Kota Bogor

Hari Air se-Dunia, Masih Banyak yang Menangis Kesulitan Air Bersih

asep
Asep Saepudin

Oleh: Asep Saepudin

(Komisioner KPAD Kabupaten Bogor & Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat)

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Hari Air se-Dunia adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Peringatan ini semestinya bukan sekadar seremonial belaka, namun harus diwujudkan dengan aksi nyata.

Momentum ini sangat tepat sekali dalam upaya peningkatan layanan sarana air bersih bagi segenap warga dunia.

Terkhusus di Indonesia yang terkenal sebagai negeri yang subur makmur, gemah ripah loh jinawi.

Bahkan group band legendaris Koes Plus mengibaratkan dalam alunan syair bait lagunya sebagai berikut:

“Bukan lautan hanya kolam susu

Baca juga  LBH KBR Desak Pemkot dan Pemkab Bogor Penuhi Kebutuhan Air Warga Sekitar TPA Galuga

Kail dan jalan cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Baca juga  Air PDAM Diputus, Warga Sentul City Menjerit, Bupati Bogor Masih Tak Perduli

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu”

Semoga bait-bait lirik lagu tersebut bukan sekadar lagu belaka yang hanya ada di dunia imaji.

Tapi begitulah kenyataannya, segala-segala impor. Semoga air bersih kita tidak impor juga.

Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh undang-undang, bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” (Pasal 33 Ayat 3).

Air merupakan sumber dari segala sumber kehidupan yang teramat pokok bagi semua makhluk hidup.

Maka sangat ironis sekali, di negeri yang terkenal subur ini masih banyak masyarakat yang berteriak, menangis histeris dan meringis akibat kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Baca juga  Datangi Sentul City Terkait Air PDAM, Ombudsmen Nilai Pemkab Bogor Lakukan Pembiaran

Bahkan, jika musim kemarau tiba, bisa kita saksikan di berbagai media, banyak masyarakat di beberapa pelosok tanah air yang kekeringan dan sulit mendapatkan air bersih. Sehingga air tidak layak konsumsi pun dikonsumsinya.

Eksploitasi hutan dan lahan ditengarai sebagai salah satu penyebab kekeringan tatkala musim kemarau tiba. Dan sebaliknya berdampak banjir ketika musim penghujan.

Mari kita jaga alam, niscaya alam pun menjaga kita. Kita lestarikan kesuburan bumi pertiwi untuk keberlangsungan generasi anak cucu. Kita selamatkan anak bangsa dari bahaya kekurangan air bersih. Selamat hari air sedunia, 22 Maret 2021. []

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top