Kota Bogor

Harga Sembako di Kota Bogor Jelang Ramadan Masih Stabil

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Dua belas hari menjelang Ramadan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Bogor terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bulog dan dinas terkait agar distribusi komoditi lancar dan tidak mengalami lonjakan harga.

Berdasarkan data perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat yang dirilis Disperdagin, Rabu (31/3/2021) menunjukkan, harga telur ayam broiler Rp23.000 per kilogram, harga daging sapi Rp120.000 per kilogram naik Rp5.000 dari dua pekan yang lalu, ayam broiler berada di harga Rp38.000 per kilogram, sementara harga cabai merah keriting Rp 50.000 per kilogram dan cabe rawit merah di harga Rp90.000 per kilogram.

“Harga ini kami pantau di dua pasar besar Kota Bogor yakni Pasar Bogor dan Pasar Kebon Kembang,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Komoditi Perdagangan Disperdagin Kota Bogor, Muhamad Sholeh, di kantornya, Rabu (31/3/2021.

Baca juga  Mafia Pangan: Sabotase Ekonomi 

Sholeh mengatakan, menjelang Ramadan ini harga-harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Kota Bogor terhitung masih stabil alias belum ada kenaikan yang signifikan.

Biasanya, lanjut Sholeh, sedikit kenaikan di beberapa komoditi seperti telur, ayam dan daging sapi yang permintaannya banyak terjadi di H-2 dan H-1 Ramadan.

“Tapi sejak Pandemi Covid-19 daya beli masyarakat masih menurun karena ekonomi masih lesu. Jumlah kunjungan masyarakat ke pasar rakyat saja belum normal, rata-rata pengunjung atau pembeli turun 30 persen, di swalayan atau ritel juga turun 30 persen,” terangnya.

Ia menuturkan, terkait harga cabai yang masih belum turun, hal itu karena cabai diambil dari pemasok di Jawa Timur, yang mana di Jawa Timur sedang gagal panen dan menyebabkan hasil panen tidak maksimal atau hanya 40 persen saja.

Baca juga  Ramadan, The 101 Bogor Suryakancana Suguhkan 101 Menu Buka Puasa

“Kota Bogor kan bukan kota produsen atau penghasil, jadi kita bergantung dari kota pemasok. Dan kenaikan harga cabai karena faktor cuaca jadi masih belum turun tapi nanti saat panen raya harganya akan berlangsung turun,” imbuhnya.

Menjelang ramadan atau saat ramadan pihaknya selalu menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di enam kecamatan. Namun di tahun ini pihaknya belum bisa memastikan apakah dari Provinsi akan memberikan anggaran untuk OPM atau tidak, karena anggaran OPM dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“OPM anggarannya dari Provinsi, Disperdagin hanya menganggarkan dana mendukung OPM saja, seperti biaya angkut barang, biaya sewa tenda dan lainnya,” tutupnya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top