Kota Bogor

Hadiri Pelantikan Pengurus DPC PMKRI, Bima: Tidak Ada Pemimpin Besar dengan ‘Jalan Tol’

Bima Arya saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Bogor
Bima Arya saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Bogor

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Tidak ada pemimpin besar lahir dengan ‘jalan tol’ atau tanpa hambatan. Pemimpin itu besar karena ujian, cobaan dan tantangan.

Demikian disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Bogor di Gedung Paroki Gereja Katedral, Jalan Kapten Muslihat, Senin (15/3/2021).

Dalam sambutannya, Bima Arya menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap bersinergi dan berbagi pengalaman dengan pengurus PMKRI Kota Bogor.

Dirinya mengungkapkan rasa salut kepada anak-anak muda yang hari ini memilih berada di depan untuk melakukan sesuatu, sekecil apapun itu berkontribusi menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

Menurutnya, semua akan besar ketika mampu untuk naik kelas dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ada.

“Setiap organisasi punya nilai pegangan, yang jika dilakukan dan satu antara kata serta perbuatan. Jika semua organisasi menelurkan pemimpin-pemimpin berbasis nilai, konsisten antar kata dan perbuatan. Tidak akan ada konflik dan tidak ada korupsi,” tegas Bima Arya.

Baca juga  Satgas Covid-19 Kecamatan Cisarua Bubarkan Acara Ulang Tahun

Selama tujuh tahun menjadi Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku telah bertemu anak-anak muda yang hebat, memiliki niat yang tulus untuk memperbaiki kotanya, mengkritisi pemimpinnya dan menghasilkan kondisi yang lebih baik.

Di samping itu, ia mengungkapkan kesedihannya karena melihat anak-anak muda menjadikan organisasi sebagai mata pencaharian, sebagai batu loncatan dan menjadikan organisasi hanya menyengsarakan orang lain.

“Kita tidak boleh lupa, sejarah mencatatkan orang-orang hebat, para founding father yang membesarkan KNPI, HMI, PMII dan semua organisasi kepemudaan dengan berlandaskan hati nurani dan nilai-nilai positif. Sejarah juga mencatat mereka menjadi orang hebat meniti dari lokal meresap ke pentas internasional. Dicatat dengan tinta emas, baik khazanah organisasinya maupun di literatur nasional,” kata Bima Arya.

Dia menyampaikan, pilihan ada di pimpinan organisasi, apakah hanya tercatat di para juniornya nanti sebagai pengurus yang hanya menjalankan tugas menggantikan untuk kemudian tergantikan dan tidak berbekas.

Satu hal yang ingin disampaikan Bima Arya adalah jangan kehilangan momentum karena jika disadari, setiap waktu adalah momentum, sehingga setiap orang tidak akan pernah menyia-nyiakan hal itu dan terus berusaha menjadi orang yang lebih baik melangkah berlandaskan nilai.

Baca juga  Diduga Manipulasi Data Domisili, Bima Arya Minta Tiga Siswa SMA Didiskualifikasi

Bima Arya melanjutkan, tidak ada mahasiswa, aktivis atau pemimpin yang pragmatis jika berlandaskan pada nilai-nilai positif. Pemimpin itu besar karena ujian, cobaan dan tantangan. Tidak ada pemimpin besar dengan ‘Jalan Tol’ atau tanpa hambatan.

“Hari ini semua diuji ketika pandemi Covid-19 memporak porandakan semua tatanan yang ada. Pilihan ada di kita, menjadi generasi yang siap tampil di depan atau jadi generasi rebahan, mengkritisi atau memberi kontribusi, jadi bagian dari solusi atau jadi bagian kerumitan persoalan,” ujarnya.

Dalam berorganisasi, Bima Arya mengingatkan agar tidak lupa dengan tujuan dan makna berorganisasi, sehingga tidak mudah kehilangan arah dan esensi yang ingin dilakukan.

Menurutnya, hari ini sama seperti satu tahun, 5 tahun 10 tahun bahkan 20 tahun lalu, sejarah akan menguji orang-orang pada zamannya, waktu akan menguji pemimpin-pemimpin pada masanya.

Baca juga  Mahasiswa IPB Donasi Buku untuk TBM Lentera Pustaka Bogor

Sejarah selalu memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk tampil menjadi pemimpin yang hebat dan sejarah juga selalu mencatatkan orang-orang yang gagal mendapatkan momentum untuk menyiapkan diri menjadi pemimpin dan membuktikan bisa menjadi pemimpin.

“Berorganisasi adalah untuk menyiapkan kita memimpin menuju kebaikan dan untuk terus memperbaiki diri. Hari ini banyak orang yang lupa, menjadikan organisasi sebagai batu loncatan, memimpin organisasi hanya untuk eksistensi dan pengakuan, aktif di organisasi hanya untuk mata pencaharian,” katanya.

“Kondisi menandakan adanya degradasi dan menyedihkan. Fenomena tersebut dari sejak saya SMA hingga hari ini, masih ada. Berdasarkan pengamatan saya, cukup banyak anak-anak muda yang hebat mampu membuktikan bahwa mereka menyiapkan diri menjadi pemimpin berdasarkan potensi dan kehebatannya,” tuturnya.

Terpilih sebagai Ketua PMKRI Kota Bogor Periode 2021-2022, Ferdinandus Aliate yang secara langsung dikukuhkan Ketua Pengurus Pusat PMKRI, Benediktus Papa disaksikan Pastur Katedral Bogor, Romo Peter, Wakil Ketua KNPI Kota Bogor Anto Siburian dan para Alumni PMKRI. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top