Hadapi MEA, Disnakesostran Kota Bogor Gelar Pelatihan Bahasa Inggris

Hadapi MEA, Disnakesostran Kota Bogor Gelar Pelatihan Bahasa Inggris

BOGOR-KITA.com – Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostran) Kota Bogor menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi 48 warga Kota Bogor yang sudah terseleksi dengan ketat, Kamis (7/4/2016). Pelatihan yang baru ada tahun ini diselenggarakan guna mempersiapkan para peserta menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat dari Disnakersostran Kota Bogor.
Kepala Disnakersostran Kota Bogor Anas Rasmana mengatakan pelatihan ini akan berlangsung selama 36 hari. Pada kesempatan ini para peserta akan belajar bahasa Inggris dari pagi hingga sore hari. Pelatihan bahasa Inggris ini diawali dengan English Corner dari Walikota kemudian dilanjut dengan guru Bahasa Inggris khusus.
“Sebenarnya untuk menghadapi MEA tidak hanya memerlukan keahlian Bahasa Inggris tetapi juga penguasaan IT, penguasaan gadget internet dan sikap,” ujar Anas.
Anas menuturkan, Disnakessotran Kota Bogor memiliki lima kegiatan baru dalam menghadapi MEA yakni Produktivitas industri agar bisa bersaing, Standarlisasi pelatihan kerja baik dari admintrasi dan struktur operasionalnya yang berstandar, Sertifikasi keahlian, Website online bursa kerja sampai ke kecamatan dan ISO 902 untuk kartu kuning dan kartu BPJS.
Menurut Anas, pelatihan di Kota Bogor harus sudah memiliki standar nasional. Bahkan, pada 2017 nanti akan dibangun LBK di Kertamaya dengan luas 1300 M yang akan dibuat layaknya kampus. “Pembangunan direncanakan dua tahun dengan dana 25 Milliar,” jelas Anas.
Dalam kesempatan itu Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, pada pelatihan ini targetnya harus betul-betul yang tepat, tidak boleh salah sasaran. Serta tidak boleh hanya sekadar formalitas saja tetapi bisa efektif baik dari aspek motivasi dan keahliannya. Meski begitu, masih sering ada hambatan dari kurangnya koneksi dengan bursa pencari kerja. Padahal akan lebih bagus jika peserta bisa disambungkan ke bursa kerja.
“Harus melibatkan pengusaha agar terjadi link dan kecocokan karena dalam menghadapi MEA harus disesuaikan dengan peluang pasarnya,” pungkas Bima. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *