Kota Bogor

Guru Besar IPB University Bahas Pentingnya Air Mineral Bagi Kesehatan Ibu Hamil

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sumberdaya manusia yang berkualitas adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Generasi muda inilah yang akan melanjutkan pembangunan bangsa.

Untuk menghasilkan generasi muda yang sehat perlu dipersiapkan sejak masih dalam kandungan ibu. Dengan demikian, bayi yang dilahirkan memiliki kondisi sehat dan memiliki kapasitas yang baik.

Profesor Hardinsyah, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University mengungkapkan bahwa di Indonesia banyak terjadi gangguan kekurangan gizi yang dialami oleh ibu hamil. Salah satu penyebabnya adalah kekurangan minum air.

“Faktanya, dua dari lima wanita hamil di Indonesia kekurangan air. Lalu satu dari dua ibu yang menyusui ternyata mengalami kekurangan cairan,” jelas Prof Hardinsyah.

Baca juga  Guru Besar IPB Beri Masukan Terkait Ecovillage FGD G20, W20 Indonesia Presidency

Ia melanjutkan, kebutuhan air untuk wanita hamil berkisar antara 2.000 cc hingga 2.500 cc. Kebutuhan ini setara dengan delapan gelas per hari.  Sayangnya, kebutuhan ini masih banyak belum terpenuhi.

Dosen IPB University itu menjelaskan bahwa wanita hamil akan mengalami peningkatan volume darah. Sehingga dalam kondisi hamil ibu membutuhkan banyak air. Kebutuhan untuk janin dan air ketuban sebanyak 1.500 cc. Sedangkan untuk fungsi plasenta paling sedikit adalah 500 cc.

Menurutnya, kekurangan ciaran berbahaya bagi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Hal ini karena susunan tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air.

Saat kekurangan air, katanya, konsekuensinya pada saat bayi dilahirkan bisa terpengaruh baik secara fisik dan fungsi otak. Misalnya ukuran dan berat tubuh di bawah normal.

Baca juga  Andalkan Kekayaan Rempah dan Herbal, Trop BRC Lebarkan Sayap Hingga Internasional

Hal ini sejalan dengan pemateri kedua yaitu, Profesor Budi Iman Santoso, dokter ahli kandungan dan kehamilan dari Universitas Indonesia. Ia menerangkan tentang pentingnya air bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Ia mencontohkan, salah satu penyakit yang terjadi karena kekurangan air adalah oligohidramnion.

“Oligohidramnion adalah salah satu masalah kehamilan yang ditandai dengan jumlah air ketuban yang terlalu sedikit. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan resiko gangguan kehamilan, misalnya kelahiran prematur,” ungkap Prof Budi.

Selain memenuhi kebutuhan air, disarankan untuk rajin melakukan cek kehamilan. Sangat dianjurkan minimal enam kali pengecekan selama masa kehamilan hingga melahirkan.

“Kelainan biasanya terjadi pada trimester ketiga akhir kelahiran. Ibu harus waspada bahaya jika terjadi gangguan kesehatanyang lain, terutama sat melahirkan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko bagi ibu saat melahirkan,” tambah Prof Budi.

Baca juga  Bima Arya Bicara Soal Pemimpin di Co-Creating Future Mandirian

Ia juga menambahkan bahwa kehamilan menyebabkan stres bagi ibu. Hal ini terjadi karena perubahan bentuk tubuh dan reaksi tubuh. Biasanya tekanan terutama terjadi pada saat menjelang proses melahirkan. Kekhawatiran ibu ini perlu tangung jawab suami dan lingkungan untuk memberikan dukungan.[] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top