Kab. Bogor

Evaluasi Bencana, Jokowi Minta Jajarannya Tanam Vetiver Cegah Longsor

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tanaman vetiver dalam pertemuan mengevaluasi penanganan bencana dengan sejumlah kepala daerah termasuk Bupati Bogor Ade Yasin, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Dalam pertemuan kesempatan salah satu yang disinggung Jokowi adalah terkait tananaman vetiver. Presiden Jokowi bahkan memberikan instruksi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyiapkan bibit-bibit tanaman yang diperlukan untuk menjalankan hal tersebut.

Presiden secara khusus juga meminta agar jajarannya turut melakukan penanaman tanaman-tanaman yang diketahui memiliki kemampuan untuk mencegah tanah longsor dan erosi seperti tanaman vetiver yang dapat menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah.

“Saya kira tanaman vetiver, akar wangi, akan saya cari sebanyak-banyaknya bibit dan benih sehingga bisa kita lakukan penanaman terutama di Lebak dan Kabupaten Bogor,” kata Jokowi.

Baca juga  86 Persen Spesies di Bumi Belum Dideskripsikan

Apa itu tanaman vetiver?

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria belum lama ini mengumpulkan para dosen pakar membahas tanaman yang cocok untuk mencegah longsor seperti penggunaan vetiver atau tanaman akar wangi.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Prof Hefni Effendi, vetiver memiliki pertumbuhan dan pengakaran yang kuat, namun hanya tepat untuk jangka pendek.  Untuk itu perlu diintegrasikan dengan tanaman lain dalam rencana yang lebih besar dan jangka panjang.

Prof Hadi Susilo Arifin, Guru Besar di bidang ekologi dan arsitektur lanskap IPB University juga mengemukakan bahwa pemilihan tumbuhan dan tanaman hanyalah salah satu aspek teknis yang harus diletakkan pada perencanaan mitigasi bencana yang menyeluruh.  Akar wangi atau vetiver memang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengatasi erosi, akan tetapi perlu dilengkapi dengan teknik budidaya dan pelibatan masyarakat yang tepat. Prof Hadi mengusulkan model penanaman yang lebih menyeluruh seperti sistem agroforestri. 

Baca juga  Simak! Ini Syarat Daftar Ulang di IPB University Bagi yang Lolos SBMPTN

Senada dengan hal tersebut, Direktur Seameo Biotrop yang juga dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan, Dr Irdika Mansur menyarankan kombinasi tanaman yang tidak hanya menjalankan fungsi ekologis tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Alternatif yang ditawarkan adalah ragam tanaman atsiri yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman seperti vetiver perlu kombinasi dengan tanaman semusim lainnya seperti sereh wangi dan yang lebih penting adalah tanaman tahunan seperti pala dan kayu putih. 

Sementara itu, menurut Prof Budi Indra Setiawan, dosen IPB University dari Fakultas Teknologi Pertanian, salah satu tanaman tahunan yang sangat potensial digunakan adalah pala hutan atau pala Aceh.  “Pala Aceh dapat ditanam pada tanah terjal dan bebatuan. Kami sudah meneliti penggunaan pala hutan dan teknik zero run-off air di beberapa lokasi,” ujarnya.

Baca juga  IPB Kukuhkan Program Asrama Kepemimpinan

Diskusi tersebut juga dihadiri para pakar lainnya diantaranya Prof Slamet Susanto, Dr Ade Wachyar, Dr Sintho Wahyuning Ardi dan ahli minyak atsiri, Dr Meika S Rusli.[] Hari

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top