“Kita coba tingkatkan lahan perkebunan, disulap jadi destinasi wisata ramah lingkungan,” kata Sekda Jabar Iwa Karniwa di Hari Perkebunan ke-61 di Gedung Sate, Bandung, Senin (10/12/2018).

Dorong Nilai Tambah, Perkebunan Disulap Jadi Destinasi Wisata

BOGOR-KITA.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong sektor perkebunan memberikan nilai tambah agar mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. “Kita coba tingkatkan lahan perkebunan, disulap jadi destinasi wisata ramah lingkungan,” katanya Sekda Jabar Iwa Karniwa usai membuka Hari Perkebunan ke-61 di Gedung Sate, Bandung, Senin (10/12/2018).

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan dalam lima tahun ke depan Pemprov Jabar akan terus mendorong meningkatkan produktifitas perkebunan guna membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Perkebunan menurutnya merupakan salah satu sektor strategis untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat Jabar khususnya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi pengangguran.

“Juga meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat melalui berbagai cara salah satunya meningkatkan produktivitas baik itu kakao, kelapa, termasuk kopi. Sektor perkebunan yang memang sekarang ekspornya masih pada sektor primer dan bahan mentah,” tuturnya.

Pemprov Jabar sendiri mendapatkan sertifikasi dan penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai pemerintah provinsi yang punya kontribusi terbesar dalam sektor perkebunan termasuk salah satunya membesarkan sektor kopi. “Tadi diserahkan bibit kopi tersertifikasi secara simbolis diserahkan dua juta bibit. Sekaligus kita mendapat sertifikasi hasil penelitian khususnya untuk tembakau,” katanya.

Pihaknya mengaku terus mendorong sektor perkebunan salah satunya dengan memberikan bantuan bibit 2 juta benih kopi. Diharapkan dengan adanya bantuan ini standar kopi yang ada di jawa barat bisa meningkat. “Selanjutnya yang kita perlukan adalah membantu akses pasarnya, tetapi harus kita jaga ketika produksi melimpah tidak menyebabkan harga komoditi ini jadi jatuh,” katanya.

Sementara meski industri tembakau masih mengundang kontroversi namun menurut kementerian Perindustrian, iIndustri ini merupakan salah satu sektor strategis domestik yang memiliki daya saing tinggi dan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. [] Admin/Humpro Jabar



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *