Kota Bogor

Destinasi Wisata Baru akan Geliatkan Kembali Ekonomi Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya

BOGOR-KITA.com, BOGOR –  Kota Bogor sangat bergantung pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). pendapatannya ada pada jasa pariwisata.

Ketika PSBB okupansi hotel dan restoran di Kota Bogor drop sampai 20 persen. Namun sekarang kembali naik 80 persen, karena Bogor kembali jadi sasaran lokasi seminar, bimtek dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Dengan penciptaan destinasi wisata baru, ekonomi Kota Bogor akan menggeliat kembali.

Hal ini dikemukakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat menjadi narasumber dalam Program Market Review IDX Channel dengan tema “Optimisme Investasi dan Ekonomi dari Kota Hujan,” melalui live streaming di ruang kerjanya, Balai Kota Bogor, Senin (7/12/2020).

Baca juga  Sekda Ade Sarip Ingatkan ASN yang Bolos Apel Pagi

Bima Arya mengatakan, pada April lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan perhitungan mulai dari skenario terburuk, skenario moderat dan skenario optimis mengenai prospek MICE di Kota Bogor.

Pemkot Bogor melihat pada skenario terburuk, bahwa PAD Kota Bogor akan drop sampai 60 persen.

Perlahan tapi pasti mulai tergerus PAD-nya karena PSBB dan juga pengetatan aktivitas ekonomi warga pada Maret.

Maka segera  dilakukan langkah-langkah penyesuaian, mengingat data-data menunjukkan bahwa Kota Bogor sangat bergantung pada sektor MICE, pendapatannya ada pada jasa pariwisata.

“Kita melakukan langkah-langkah antisipasi, sehingga kondisinya saat ini relatif lebih terkendali secara Ekonomi,” ujar Bima Arya.

Bima Arya melanjutkan, hal pertama yang dilakukan pemkot adalah penyesuaian dalam target perencanaan dan penyusunan anggaran pendapatan belanja daerah, yang mana ada refocusing di anggaran tahun berjalan 2020 dan  fokus pada upaya rasionalisasi.

Baca juga  BPJS Kesehatan Naik, Kelas I Rp160.000, Kelas II Rp110.000,  Kelas III Rp42.000

Hal-hal yang tidak relevan dengan konteks pandemi covid-19 dihilangkan dan diarahkan ke lima hal. Sebut saja kesehatan, ekonomi, pendidikan, janji kampanye dan program prioritas.

Kedua secara bertahap melakukan recovery ekonomi, normalisasi unit ekonomi dengan protokol kesehatan, keringanan membayar pajak dan ekonomi rebound.

“Kami menggenjot ekonomi yang di masa pandemi booming  bersama stakeholder dan warga menyusun ekonomi reborn ini,” jelasnya.

Menurut Bima, semestinya tahun ini, PAD Kota Bogor ditargetkan bisa mencapai lebih dari Rp1,1 triliun. Namun target itu kemudian disesuaikan sehingga penurunannya tidak terlalu drastis, dan hari ini target PAD yang direvisi sudah terlampaui.

Bima optimis ekonomi Kota Bogor akan menggeliat lagi, karena akan menciptakan destinasi wisata baru.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif 40, Sembuh 34, Meninggal Tetap Nihil

“Kami juga akan menciptakan destinasi wisata baru yakni wisata alam, seperti rafting, jogging, tracking. Kami melihat animo warga yang datang ke Bogor mencari aktivitas luar yang sehat. Jadi kami menyasar wisatawan datang ke Bogor ada opsi lain selain kuliner dan hotel,” pungkasnya. [] Hari/Humas Pemkot Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top