Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Desa Digital di Jabar: Tinggal di Desa, Rezeki Kota

BOGOR-KITA.com, KOTA BANDUNG – Jawa Barat akan memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan informasi.

“Nantinya, seluruh pelayanan publik di desa akan didigitalisasi, koneksi internet akan dibenahi, command center dibangun, dan masyarakat desa dapat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan sekaligus mengenalkan produk unggulan di wilayahnya,” kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam webinar yang digagas Pemprov Jabar bertajuk Kreasi Melawan Krisis bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Wishnutama Kusubandio, Selasa (9/6/2020). 

Wishnutama Kusubandio dalam kesempatan itu menyatakan, digitalisasi yang terakselerasi selama pandemi COVID-19 menghadirkan peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif atau ekraf untuk berkembang. 

“Sebuah kesempatan bagi kita semua, khususnya para pelaku ekraf, bahwa digitalisasi ini sesuatu yang tidak bisa kita hindari lagi dan harus kita manfaatkan peluangnya,” kata Wishnutama. 

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, Jabar menjawab tantangan dan peluang sektor ekraf saat dan setelah pandemi dengan desa digital.

Baca juga  Masuk New Normal, Jabar Intensifkan Tes Covid, Terus Inventarisasi Ruang Isolasi

“Setelah pandemi COVID-19 ini digitalisasi di desa akan menjadi prioritas kami. Ekonomi kreatif berbasis desa, revolusi digital di desa, itu akan kami perkuat di 2021, sehingga resilience kami akan lebih kuat. Istilah saya tinggallah di desa, tapi rezeki kota, dan bisnis mendunia,” kata Kang Emil.

Sejak diluncurkan pada 10 Desember 2018, Pemda Provinsi Jabar sudah memasang wifi di desa-desa blank spot atau desa tidak memiliki koneksi internet sama sekali.

Di sektor perikanan, ribuan kolam sudah menggunakan teknologi smart auto feeder. Lewat teknologi itu, memberi pakan ikan bisa menggunakan gawai. Hal tersebut membuat panen bisa naik dari dua menjadi empat kali dalam setahun.

Selain itu, sejumlah desa sudah mulai memasarkan hasil pertanian melalui e-commerce. Hal itu menguntungkan petani dan konsumen, karena alur distribusi yang kerap melambungkan harga, dapat dipangkas. 

Kang Emil mengataan, desa digital terpilih sebagai Digital Equity and Accessibility dalam ajang IDC Smart City Asia/Pacific Awards 2020, karena dinilai mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet.

Baca juga  Ridwan Kamil Paparkan Potensi Investasi Jabar ke Para Dubes

“Dua minggu lalu, desa digital kami mendapat penghargaan di level Asia Pasifik, mengalahkan inovasi dari Selandia Baru dan Australia,” katanya. 

Pendiri UNKL 347, Dendy Darman, mengatakan, dalam menghadapi krisis seperti pandemi COVID-19, pelaku ekraf harus mampu memanfaatkan sumber daya terdekat, baik manusia maupun bahan baku. 

“Kita bisa survive dengan bagaimana memanfaatkan lingkungan sekitar. Jadi, karena memang, kalau sekarang, dampaknya sama hubungan luar negeri, kita usahakan tidak terlalu banyak ketergantungan sama bahan baku dari luar,” ucapnya.

Dendy juga menyatakan, saat ini, para pelaku ekraf harus memanfaatkan digitalisasi dengan sebaik-baiknya. “Kita bisa langsung berhubungan dengan orang, klien, pembeli, tidak harus ketemu. Sekarang, selain kita fokus memanfaatkan yang ada sekitar kita, kita manfaatin komunikasi seperti online,” katanya dilansir dari Humas Pemprov Jabar. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *