Setu Kandang Babi

Ciptakan Potensi Wisata, Desa Waringinjaya Revitalisasi Setu Kandang Babi

BOGOR-KITA.COM, BOJONGGEDE – Pemerintah Desa Waringinjaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, kini tengah bersolek. Tak hanya fokus pada peningkatan sektor infrastuktur, seperti jalan dan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kini sudah menyentuh angka 80 persen.

Tapi juga menyasar pada sektor wisata dengan me-revitalisasi Setu Kandang Babi. Upaya ini dilakukan tak hanya untuk mengembangkan sektor wisata tapi juga meningkatkan sektor ekonomi warga, karena ke depan setu yang berada di Kampung Tanah Baru, RT 03/RW 06 ini juga diproyeksikan sebagai pusat kuliner para UMKM warga Waringinjaya.

“Saat ini kami terus mengoptimalkan Setu Kandang Babi dengan menyebar bibit ikan Nila dan Ikan Mas sebanyak 3 ribu ekor. Tak hanya itu, kami juga sudah buat perahu untuk bisa dinikmati warga berkelilinh Setu. Harganya baru Rp2 ribu per orang untuk sementara,” kata Kepala Desa Waringinjaya, Rohmat kepada BOGOR-KITA.com, Senin (6/1/2020).

Lebih lanjut, Rohmat menuturkan, setu seluas satu setengah hektar ini sebelumnya sempat terbengkalai. “Setu ini memang lama terbengkalai. Sekarang kami coba kembangkan menjadi salah satu daya tarik potensi ekonomi di desa kami,” tutur Rohmat.

Untuk diketahui, Setu Kandang Babi sebelumnya beroperasi layaknya setu-setu lain dan dibangun pada zaman Belanda. Penyebutan Kandang Babi sendiri tak lepas karena dulu ada peternakan babi di kawasan itu.

Peternakan babi itu dibuat oleh warga peranakan Tionghoa yang tinggal di sekitar Bojonggede. Menurut cerita warga, diperkirakan warga peranakan Tionghoa berdatangan di Bojonggede sejak sekitar tahun 1740, yakni sesudah tragedi pembantaian orang Tionghoa di Batavia, kini Jakarta.

Mereka kemudian beranak pinak, namun sekarang lebih banyak tersebar di daerah Kemang dan Tajurhalang. Hingga kini ada daerah yang disebut Kampung Cina di Tajur Halang.

Sementara itu, Maman, warga setempat yang kini memelihara ikan tak jauh dari setu mengisahkan bahwa Setu Kandang Babi sempat bertahun-tahun tak terurus hingga terjadi pendangkalan.

“Baru pada 2016 yang lalu, Pemda Bogor melakukan pengerukan dan penataan. Kini menjadi obyek wisata lokal dan tempat memancing,” terang Maman.

Saat ini, kondisi Setu Kandang Babi sudah semakin membaik. Pantauan di lokasi, Setu Kandang Babi sudah nampak asri dengan paduan rindangnya pohon yang ada di sekitar setu.

Di sebelah Setu Kandang Babi, terdapat makam wakaf Tanah Baru yang cukup luas. Di samping pemakaman terdapat patung kuda yang dibangun sengaja menghadap ke pemakaman.

Antara pemakaman dan area perumahan dibatasi dengan tembok dan deretan pohon bambu. Di bawah pohon bambu itulah, patung kuda berdiri dengan posisi seperti sedang meringkik. [] Fauzan



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *