Kota Bogor

BPJAMSOSTEK: Ribuan Guru Ngaji-DKM di Bogor Terlindungi Risiko Kerja

BOGOR-KITA.com, BOGOR – BPJAMSOSTEK menyatakan ribuan guru mengaji, pendidik keagamaan dan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor terlindungi atas risiko kecelakaan kerja.

“Tidak kurang sebanyak 3.000 guru ngaji di bawah Pemerintah Kota Bogor dan 6.840 pendidik keagamaan Kabupaten Bogor terlindungi melalui program Manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” kata Account Representative Khusus BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bogor Kota Muh Taufik di Bogor, Minggu (17/4/2022).

Bersama sejawatnya Indra Varianto, pada Sabtu (16/4) 2022, ia mewakili Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJAMSOSTEK memaparkan program kepada peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Nasional bertajuk “Pendidikan Vokasi di Kalangan Santri” di Gedung DPRD Kota Bogor yang dilakukan secara hybrid.

Kegiatan itu dibuka Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Caswiono Rusydi Cakrawangsa, yang didampingi Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemenaker Muhammad Ali.

Menurut Muh Taufik hingga akhir Maret 2022, rincian mereka yang terlindungi program JKK dan JKM itu yakni 3.000 guru ngaji di bawah Pemkot Bogor.

Baca juga  Belum Ada TPS, Warga Pamoyanan Harus Buang Sejauh 5 Kilometer

2.161 pendidik keagamaan Kota Bogor, 202 DKM Kota Bogor dan 6.840 pendidik keagamaan di Kabupaten Bogor.

Sedangkan pembayaran klaim JKM bagi guru ngaji Tahun 2019 hingga Maret 2022 telah diberikan kepada total 106 Kasus klaim dengan santunan sebesar Rp4.173.000.000.

Ia menambahkan BPJAMSOSTEK di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor terus menyosialisasikan progam BPJAMSOSTEK Mandiri, yakni kepada pekerja bukan penerima upah (BPU).

BPU ini, di antaranya adalah seperti keamanan lingkungan, pedagang kali lima (PKL), sopir pribadi/angkot, juru parkir, asisten rumah tangga (ART), pedagang, marbot dan guru ngaji, tukang jahit, tukang cukur, pekerja rentan, dan juga kuli bangunan/panggul.

Naker yang melakukan pekerjaan di luar hubungan kerja (LHK) adalah orang yang berusaha sendiri, yang pada umumnya bekerja pada usaha-usaha ekonomi informal.

Manfaat JKK adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja mulai dari perjalanan pergi, pulang, dan di tempat bekerja, serta perjalanan dinas.

Baca juga  Kadinkes Kota Bogor: Sarpras Kami Lebihi Standar BPJS

Lalu, mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk perawatan dan pengobatan.

“Pelayanan kesehatan diberikan tanpa batasan plafon sepanjang sesuai kebutuhan medis,” katanya.

Sedangkan JKM adalah jaminan berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris atau keluarga dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Manfaat JKM diberikan apabila peserta meninggal dunia dalam masa kepesertaan aktif.

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh keluarga dari peserta yang mengikuti JKM yakni santunan kematian sebesar Rp20 juta, santunan berkala yang dibayarkan sekaligus sebesar Rp12 juta, biaya pemakaman sebesar Rp10 juta dan beasiswa untuk paling banyak dua orang anak peserta dan diberikan jika peserta telah memiliki masa iur minimal 3 tahun dan meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.

Manfaat beasiswa untuk anak peserta JKM diberikan setiap tahun sesuai dengan tingkat pendidikan anak.

Manfaat beasiswa ini mencapai maksimal Rp174 juta untuk dua orang anak. Sementara, total dari manfaat santunan sebesar Rp42 juta.

Baca juga  Kota Bogor Kota Pertama Uji Coba Rumah Komposit

Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun. Bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar ketika peserta meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah.

Terpisah, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota Mias Muchtar menyampaikan bahwa pentingnya para pekerja terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk bagi para guru ngaji di Kabupaten dan Kota Bogor.

“Setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdaftar dan telah membayarkan iuran, saat itu juga akan mendapatkan perlindungan dari resiko kecelakaan kerja dan kematian yang apabila terjadi resiko tersebut ahli waris dapat menerima manfaatnya sesuai dengan ketentuan. Semoga melalui sinergi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kabupaten dan Kota Bogor ke depannya para guru ngaji di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor dapat seluruhnya terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan,” tutup Mias. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top