Kota Bogor

Bima Resmikan Sekolah yang Dibangun Dari Donasi Warga Kota Bogor Untuk Lombok

BOGOR-KITA.com – Asa warga desa Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai terpancar. Hal itu dirasakan oleh rombongan Walikota Bogor Bima Arya yang kembali tiba di desa tersebut pada Jumat (2/11/2018).

Pasca gempa dahsyat yang mengguncang Lombok beberapa waktu lalu, Lombok sangat berduka dan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan parah, mulai dari tempat tinggal, layanan publik hingga sekolah.

Sekolah yang dibangun dari donasi warga Kota Bogor di Desa Sembalun, Lombok Timur, NTB

Duka tersebut dirasakan pula oleh warga Bogor, tak terkecuali Walikota Bogor Bima Arya. Lewat aksi ‘Bogor untuk Lombok’, warga kota hujan ketika itu melakukan aksi penggalangan dana dan berhasil mengumpulkan donasi sekitar Rp512 juta yang diantarkan langsung oleh Bima Arya ke Lombok.

Baca juga  Bima Arya Lantik 496 Pejabat Struktural

Jumat (2/11/2018), Bima Arya tiba kembali di Desa Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani untuk melihat pemanfaatan donasi warga Bogor yang diarahkan untuk membangun sekolah. Sejkolah tersebut ternyata sudah selesai.

“Saya mewakili warga Bogor, mudah-mudahan ini memberikan manfaat. Karena kita ingin, saudara-saudara anak-anak kita ini bisa terus mengejar mimpinya, menjemput masa depan dan terus belajar,” ungkap Bima Arya di sela peresmian 6 ruang kelas di SDN 2 Sajang, Desa Sembalun, Lombok Timur, Jumat (2/11/2018).

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Bogor yang telah menunjukan kepeduliannya kepada warga Lombok Timur.

“Ini sangat luar biasa. Seperti yang kita lihat sekarang ini, bantuannya sangat dirasakan betul apalagi anak-anak yang bersemangat kembali bersekolah,”  ujar Rumaksi.

Baca juga  Bima: Cipakancilan Bisa Menjadi Eco Wisata

“Utang uang bisa kita bayar, utang budi kita hanya bisa balas dengan doa. Tidak ada kata lain yang bisa kita berikan kepada Warga Bogor. Mewakili warga Lombok Timur, kami ucapkan terima kasih yang tulus untuk warga Bogor. Semoga di kuatkan imannya , dibanyakkan rezekinya, dipanjangkan umurnya,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Supervisi Bogor untuk Lombok Ferro Sopacua, menjelaskan pembangunan 6 ruang kelas ini dilakukan selama 20 hari melibatkan 10 orang dengan 6 tenaga ahli.

“SDN 2 Sajang dipilih berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Lombok Timur sebagai sekolah terdampak yang belum disentuh bantuan,” ujar Ferro.

Ferro mengatakan, dipilihnya material bambu dan kayu sebagai bahan pembangunan ruang kelas karena dinilai lebih tahan lama dan mudah perbaikannya dan dipastikan konstruksi bangunan tahan gempa

Baca juga  Vaksinasi Tahap 2 di Kota Bogor Ditargetkan Selesai Sebelum Ramadan

Bagi Ferro, merampungkan SDN 2 Sajang sangat membahagiakan. Terlebih selama proses pengerjaan, dirinya sering mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah. “Bahkan saat peresmian oleh Kang Bima Arya, banyak siswa yang menitikan air mata. Rasanya terbayarkan kerja tim saat itu,” pungkasnya. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top