Bima : Gerakan Shubuh Berjamaah Tingkatkan Ketakwaan

Bima : Gerakan Shubuh Berjamaah Tingkatkan Ketakwaan

BOGOR-KITA.com – Gerakan Nasional Sholat Shubuh Berjamaah adalah gerakan yang akan membawa umat Islam untuk terus memperkokoh keimanan, meningkatkan ketakwaan dan bergerak amar ma’ruf nahi munkar karena Lillahi Ta’ala.

“Jadi, salah kalau gerakan sholat shubuh berjamaah ini adalah gerakan politik, tetapi gerakan karena Allah SWT ,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya saat menyampaikan sambutannya dalam acara Gerakan Nasional Sholat Shubuh Berjamaah “The Power Of Sholat Shubuh Berjamaah” di Mesjid Al Hidayah, Bukit Cimanggu City, Kota Bogor. Sabtu (8/4/2017).

Bima berkisah, sejarah Islam mencatat kekuatan kolektiflah yang mendorong kebangkitan Islam, salah satu tokoh Islam legendaris Sholahudin Al Ayubi memastikan sebelum menyerang musuh disetiap mesjid-mesjid kota ketika waktu sholat shubuh dipenuhi oleh jamaah, kemudian baru kekuatan kolektif itu bisa mengalahkan musuh.

“Dikisahkan juga pada tentara Israel yang bulak -balik mengecek jamaah ketika waktu sholat shubuh, ketika ditanya kata pimpinan agamanya kalau jumlah jamaah sholat shubuhnya banyak itu berbahaya bagi mereka (tentara Israel, red),” ungkap Bima.

Dia menerangkan, di negara Indonesia sejarah juga mencatat ada kebangkitan umat yang tidak terbantahkan pada tahun 80-an, muncul kekuatan-kekuatan kajian di kampus-kampus sebagai aktivis di mesjid.

“Seperti di Yogyakarta, Bandung, Surabaya muncul aktivis-aktivis muda muslim yang digembleng tidak saja untuk persoalan duniawi, tapi juga persoalan-persoalan ukhrawi,” ujarnya.

Namun pada tahun 90-an ketika pengajian di perkotaan mulai masuk, pengajian mulai menjadi trend di jantung-jantung pusat peradaban kota.

“Pendidikan Islam bangkit, sekolah Islam mulai marak. Jadi pelajaran agama Islam yang tadinya hanya ada di sektor informal masuk ke sektor formal untuk memberikan pencerahan bagi generasi muda,” ujar Bima.

Bima menambahkan, di tahun 2016 muncul trend baru yang bukan hanya sesaat atau gerakan politik besar, tetapi akan menjadi gerakan permanen di Indonesia yaitu Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah.

Ia menerangkan, selama tiga tahun bertugas di Balaikota kesimpulannya hanya satu, yakni kota ini tidak akan maju, bangsa ini tidak akan maju ketika orang-orang yang tidak takut kepada Allah, yang tidak pernah mengingat Allah itu lebih banyak daripada orang yang takut kepada Allah.

“Jadi para Camat, anggota DPRD, Polisi, TNI kalau dalam tugasnya dan mengarapkan barakah dari Allah Insya Allah kinerja itu akan maksimal. Maka dari itu kita berharap ketika kita melangkahkan kaki untuk sholat shubuh berjamaah itu akan menebar kebaikan dan inspirasi kepada semua, sehingga banyak yang ingat dan takut kepada Allah SWT,” Paparnya.

Bima berharap dengan berkumpulnya umat Islam di Mesjid Al Hidayah dapat menggerakkan langkah umat Islam untuk terus melakukan sholat berjamaah.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Bogor, KH Adam Ibrahim yang juga selaku pengajar di Mesjid Al-Hidayah menyampaikan terima kasih. Dia menilai, ibadah sholat shubuh sangat penting karena Allah sudah memerintahkan di dalam Al-Quran.

“Saya sangat prihatin ketika keliling ke mesjid-mesjid sudah tidak lagi ada pemuda, yang ada orang diatas usia 50 tahun.

Oleh karena itu, dengan Gerakan Sholat Shubuh berjamaah ini MUI dan semua pihak di kota Bogor mendukungnya, karena sesuai dengan apa yang disampaikan Wali Kota Bogor bahwa sholat shubuh berjamaah bukan gerakan politik tetapi karena Allah SWT.

“Mudah-mudahan gerakan ini terus berkembang dan bukan hanya sholat shubuh saja, nanti tapi juga gerakan sholat-sholat lainnya,” Pungkasnya.

Hadir pula Dewan Pembina Sahabat Shubuh KH Bachtiar Nasir sekaligus penceramah, Dewan Penasehat Sahabat Shubuh Ust. Irfan Syauqi, Penasehat MUI Kota Bogor KH Badruddin Subki sekaligus Dewan Pembina Sahabat Shubuh, Camat Tanah Sareal Iwa Kartiwa. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *