Bima Arya diundang ke Kantor Berita BBC dan berbicara di Oxford University London, Jumat (19/10/2018).

Bima di Oxford University, Paparkan Strategi Entaskan Kemiskinan

BOGOR-KITA.com – Dua pimpinan Jawa Barat, yakni Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil dan Walikota Bogor Bima Arya  diundang ke luar negeri. Ridwan Kamil baru saja melawat ke Bashkortostan Rusia memenuhi undangan sebagai pembicara kehormatan dalam Forum on Small Business of the SCO and BRICS Regions di Ufa–Bashkortostan Rusia, Kamis (18/10/18). Dalam waktu yang hampir bersamaan Bima Arya melawat ke London, Inggris menghadiri undangan Kantor Berita BBC hingga memberikan kuliah umum di Oxford University.

Tiba di London, Inggris, Walikota Bogor Bima Arya langsung melakukan serangkaian agenda pertemuan, Jumat (19/10/2018). Mulai dari menghadiri undangan kantor berita BBC hingga memberikan kuliah umum di Oxford University.

Dalam kunjungannya ke Kantor Berita BBC di New Broadcasting House, Ortland PI, Marylebone, London, Bima Arya diterima langsung oleh jurnalis senior BBC, Endang Nurdin. Selain diajak berkeliling melihat dapur redaksi kantor berita terbesar di dunia itu, Endang juga memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan sesi wawancara di studio.

Menurut Endang, undangan kepada Bima Arya ditujukan juga untuk memperkenalkan BBC Indonesia. “Jadi, ketika ada pejabat publik Indonesia termasuk Wakil Presiden Indonesia kemarin, kita upayakan untuk bisa melakukan wawancara di sini,” ungkapnya.

Maka pada kesempatan ini, Endang melakukan sesi wawancara terkait agenda Bima Arya yang akan memberikan kuliah umum tentang ‘’The Role of Evidence Based Policy in Poverty Alleviation in Bogor City” di Universitas Oxford.

Usai wawancara, Bima Arya kemudian bertolak menuju Trinity College, Universitas Oxford. Di sini Bima mempresentasikan program dan kebijakan Pemerintah Kota Bogor dalam penanggulangan kemiskinan.

Menurutnya, tren angka kemiskinan di kota Bogor terus mengalami penurunan sejak 2013 dari 8,19 persen menjadi 7,11 persen di 2017. “Hal ini salah satunya didasari oleh peningkatan anggaran untuk penanggulangan kemiskinan setiap tahunnya. Jika di 2014 angkanya Rp 262 miliar, maka di 2017 meningkat menjadi Rp 450 miliar,” ungkap Bima.

Bima menjelaskan, program penanggulangan kemiskinan Kota Bogor yang dimaksud adalah peningkatan anggaran kesehatan bagi warga miskin di antaranya mendorong setiap warga kota Bogor terdaftar BPJS Kesehatan.

“Membangun lebih banyak Puskesmas untuk melayani warga, memberikan akses khusus bagi warga tidak mampu pada penerimaan peserta didik secara online, pemberian bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni, pemberian bantuan dana BOS bagi warga miskin, penyaluran bantuan beras bagi warga tidak mampu, dan penyaluran kredit usaha bagi UMKM. Dan tidak kalah penting adalah membangun ruang terbuka publik agar warga mempunyai ruang interaksi dan berolahraga,” bebernya.

Tema yang diangkat Bima pada saat dosen tamu kali ini berkaitan dengan penelitian yang dilakukan mahasiswa Oxford, Ni Putu Ratih yang melakukan penelitian tentang penanggulangan kemiskinan di kota Bogor untuk gelar doktornya.

Setelah diskusi, Bima mendapat kehormatan untuk menghadiri gala dinner collage di Trinity College dining hall. Gala dinner collage sendiri adalah tradisi tahunan anggota Trinity College sebagai tanda dimulainya aktivitas perkuliahan. [] Admin/Humpro Setda Kota Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *