Kab. Bogor

Belasan Korban Banjir Bandang Puncak Tahun 2025 Bakal Direlokasi

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Belasan korban bencana banjir bandang di kawasan Puncak pada tahun 2025 lalu bakal direlokasi. Kepastian relokasi ini setelah tim Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kecamatan Cisarua mengecek langsung lahan relokasi tersebut pada Kamis (6/8/2026).

Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 1.400 meter persegi. Di lokasi tersebut nantinya akan dibangun rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir bandang, sehingga mereka dapat kembali memiliki hunian yang aman dan layak.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Kecamatan Cisarua, Toni Himardani, mengatakan proses pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum pembangunan dimulai. Peninjauan tersebut melibatkan sejumlah unsur dari DPKP Kabupaten Bogor serta Pemerintah Kecamatan Cisarua.

Baca juga  KPU Kabupaten Bogor Monitor Pilkada di 5 Daerah

“Lahan ini sudah ditetapkan sebagai lokasi relokasi. Nantinya belasan keluarga penerima manfaat akan dibangunkan rumah di kawasan ini,” ujar Toni, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, relokasi menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga yang rumahnya rusak atau tidak lagi layak dihuni akibat diterjang banjir bandang tahun lalu.

Sementara itu, Staf Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Cisarua, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh sebidang tanah seluas 70 meter persegi. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan dana pembangunan rumah sebesar Rp62 juta untuk masing-masing penerima.

“Setiap KPM akan mendapatkan lahan seluas 70 meter persegi, kemudian bantuan pembangunan rumah sebesar Rp62 juta per keluarga,” kata Iwan.

Baca juga  Camat Cisarua Beri Bantuan Sembako untuk Warga Kampung Alun-alun yang Rumahnya Rubuh

Ia menambahkan, total terdapat 14 keluarga penerima manfaat yang akan direlokasi ke kawasan tersebut. Mereka berasal dari beberapa desa yang terdampak banjir bandang pada 2025 lalu.

“Rinciannya, sembilan KPM berasal dari Desa Tugu Selatan, dua KPM dari Desa Tugu Utara, dua KPM dari Desa Cilember, dan satu KPM dari Desa Citeko,” tandasnya

Pemerintah berharap proses relokasi dapat berjalan sesuai rencana sehingga para korban bencana segera menempati hunian baru yang lebih aman. Selain menjadi solusi bagi warga terdampak, program ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko apabila bencana serupa kembali terjadi. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top