Kota Bogor

Bima Arya Saksikan Empat Pelaku Vandalisme Dihukum Bersihkan Corat-Coret

BOGOR-KITA.com – Satpol PP Kota Bogor menangkap empat pelaku vandalisme (corat-coret) di tembok pedestrian yang berlokasi di jalan Jalak Harupat, Kecamatan Bogor Tengah. Mereka diberikan hukuman untuk membersihkan bekas  coretan. Tidak kurang Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto turut menyaksikan pembersihan, Minggu (5/8/2018) siang.

Tak hanya pelaku berinisial FA (17), D (17), HK (17) dan MR (17), komunitas dan warga pun turut bergotong royong membersihkannya sebagai komitmen untuk menolak aksi vandalisme di Kota Bogor.

Ketua DPW OKP Brigez Indonesia Bogor Raya Agwinanda Eka Nugraha menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah menyediakan fasilitas yang baik dan nyaman untuk mengekspresikan diri, sehingga fasilitas umum seharusnya tidak dijadikan lahan aksi vandalisme corat-coret.

Baca juga  Bima Arya Kunjungi Warga Bogor Korban Kecelakaan Bus di Cikidang

“Sebagai generasi muda seharusnya bisa menjaga fasilitas umum. Kami setuju dengan gerakan tolak aksi vandalisme karena sejalan dengan program bebersih jalan yang sudah kami lakukan,” terangnya.

Dalam aksi bersih-bersih ini Agwinanda Eka Nugraha mengajak 20 dari 150 anggotanya yang ada di Bogor untuk terjun langsung membantu membersihkan aksi coret-coret kaum vandalis sebagai wujud kepedulian menjaga dan merawat fasilitas umum.

Sementara itu, Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Sempur (GMPLS) Muhammad Nuryadi mengaku sangat menyayangkan dengan adanya aksi vandalisme. Padahal pedestrian dan taman sudah ditata dengan baik.

“Kami mengajak semua untuk menjaga fasilitas yang yang ada. Kalau bisa park ranger (penjaga taman) ditambah lagi agar tidak ada celah aksi vandalisme,” katanya.

Baca juga  Bima Imbau Generasi Muda Jangan Jadi Generasi Pengecut

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku awalnya mendapatkan informasi foto viral para pelaku vandalisme dari warga.

“Jadi pada hari itu banyak masuk foto melalui Instagram saya, kemudian saya koordinasikan langsung dengan pak camat dan Satpol PP untuk segera didalami siapa yang melakukan itu,” jelasnya.

Sebetulnya beberapa hari setelah kejadian Satpol PP Kota Bogor sudah mengetahui identitasnya. Tetapi menunggu waktu dirinya untuk bisa bertemu dengan mereka (pelaku).

“Semuanya putus sekolah ternyata, tadi saya ketemu salah satu orang tuanya. Saya minta anaknya untuk bisa kembali sekolah nanti diurus dan dibantu. Anak-anak ini harus dibina, apalagi mereka bilang menyesali perbuatannya,” ujar Bima.

Setelah didalami ternyata aksi vandalisme ini pengaruh pergaulan, keluarga dan lingkungannya. Makanya penting untuk didik di sekolah.

Baca juga  Positif Melonjak, Pemkot Bogor Tambah Ruang Isolasi Khusus Covid-19

“Saya juga berterima kasih kepada komunitas Brigez dan paguyuban warga sempur yang membantu membersihkan. Jadi mari kita jaga sama-sama fasilitas umum ini,” katanya.[] Admin

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top