Kota Bogor

Bima Arya Pastikan Kesiapan Pemkot Hadapi Bencana

Bima Arya
Bima Arya pimpin briefing kesiapsiagaan bencana

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin briefing kesiapsiagaan bencana bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, serta Satgas Ciliwung di Kayumanis, Tanah Sareal, Selasa (23/2/2021).

Selain memastikan kesiapan sistem koordinasi, Bima Arya juga meminta BPBD dan Dinas PUPR untuk rutin melakukan pemetaan agar risiko bencana dapat dikurangi, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

“Ada bencana alam akibat manusia, ada bencana karena force majeure (terjadi di luar kemampuan manusia). Force majeure ini kita tidak bisa berbuat banyak, misalnya tiba-tiba gempa dahsyat. Harus ada pemetaan atau mapping di lapangan. Saya tidak mau BPBD ini seperti pemadam kebakaran. Datang, semprot, sudah. Jadi harus ada langkah sistematik,” ungkap Bima Arya.

Baca juga  Bima Arya: Kolaborasi, Ringankan Beban Warga di Masa Pandemi

Bima meminta seluruh personel, baik BPBD, PUPR hingga camat dan lurah untuk mengantisipasi curah hujan yang ekstrim dalam beberapa waktu ke depan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Pertama, harus ada kesiapan sistem koordinasi. Jadi begitu ada peningkatan status siaga dari Katulampa, sistem sudah bergerak. Kedua, ada proses evakuasi yang sudah disimulasikan. Ada beberapa titik yang memang langganan banjir, begitu terjadi sudah ada mekanismenya,” kata Bima.

“Lalu saya juga cek kesiapan natura. Saya minta semuanya di pool, juga ditambah logistiknya di Dinsos. Terakhir, adalah mensosialisasikan kepada warga di hari-hari kedepan yang sangat rawan ini agar menghindari dulu berada di titik-titik rawan,” jelasnya.

Baca juga  Bima Arya Sampaikan Terima Kasih Kepada Jajaran Dishub

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Priyatna Syamsah membeberkan, sepanjang 2020 lalu tercatat ada 740 kejadian bencana dengan enam orang korban jiwa meninggal dunia. Sementara periode Januari-Februari 2021 sudah ada 132 kejadian bencana dengan nol korban jiwa. “Bencana yang paling mendominasi adalah tanah longsor, bangunan ambruk dan pohon tumbang,” ujar Priyatna.

Di tempat yang sama, Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) yang juga Sekretaris Satgas Ciliwung Een Irawan Putra mengungkapkan bahwa perlu adanya penyelesaian terhadap sumbatan-sumbatan di saluran air karena mengakibatkan air tidak mengalir ke Sungai Ciliwung.

“Untuk posisi wilayah yang lebih rendah dari sungai yang memiliki rekam jejak sering banjir, intervensi yang bisa dilakukan mulai dari membangun tembok penahan air, vegetasi atau memindahkan warga sebagai pilihan terakhir,” kata Een. [] Hari

Baca juga  Bima Serahkan 30 Sertifikat Tanah Gratis Kepada Warga Tajur
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top