BES 2014, Dibuka Gubernur, Dihadiri Ketua Kadin Pusat

Kardenal

BOGOR-KITA.com – Ada yang berbeda pada Bogor Economic Summit (BES) akan digelar kembali, Senin (8/12) mendatang. Pertama, BES yang semula hanya melibatkan Kota dan Kabupaten Bogor, kini meluas dengan melibatkan Kota Depok. Perbedaan lain, BES yang lekat dekat sosok Rachmat Yasin (mantan Bupati Bogor) dan Diani Budiarto (mantan Walikota Bogor), kini menghadirkan dua sosok pemimpin baru, yakni Plt Bupati Bogor Nurhayanti dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto. Bersama Walikota Depok Nurmahmudi, Nurhayanti dan Bima Arya akan muncul sebagai figur sentral BES.

Badan Perizinan Terpadu (BPT) kabupaten Bogor yang bertindak sebagai pelaksana, mengagendakan ketiga pemimpin tersebut hadir dalam acara yang digelar tidak di hotel, melainkan di Gedung Tegar Beriman, Kompleks Pemkab Bogor, Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, BES diagendakan dihadiri oleh kalangan pemerintahan, pengusaha, akademisi Prof Ermaya Suradinata, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat, Suryo Bambang Sulisto. Figur Suryo Bambang Sulistodiyakini akan membuat BES kian bermakna, mengingat pengalamannya yang luar biasa. Selain aktif sebagai ketua Kadin,Suryo Bambang Sulisto masih tercatat sebagai Presiden Komisaris  PT Bumi Resources Tbk.Lulusan Washington International University, Pennsylvania, AS ini juga dikenal sebagai pengusaha dan pendiri Satmarindo Group. Dia juga aktif sebagai Preskom PT Giordano Indonesia, dan pernah menjadi Komisaris PT Jamsostek (Persero), dan  pernah menjadi Utusan Khusus Presiden RI (Duta Besar Keliling) untuk wilayah Amerika Utara, Tengah, dan Selatan.Presenter Indosiar, Tina Talisa yang akan memandu jalannya acara, diperkirakan akan membuat suasana kian hidup.

Sekretaris BPT Kabupaten Bogor, Kardenal mengatakan, penyelenggaraan BES merupakan bagian dari sinergitas pembangunan agar tercipta sebuah kesepahaman yang dapat menjadi dasar bagi pemerintahan yang terlibat didalamnya, dalam rangka meningkatkan perekonomian warga.

“Ada beberapa bidang yang akan dibahas dengan tujuan mengintregrasikan ekonomi regional.  Namun intinya, BES merupakan sebuah langkah penyamaan persepsi secara holistik, integrative dan perspektif, dalam rangka merumuskan program kerja yang mengarah pada pelayanan optimal bagi masyarakat,” kata Kardenal, kepada PAKAR di ruang kerjanya, di Cibinong, Kamis (4/12).

Dikatakan Kardenal lagi, forum dialog BES juga akan menjadi jembatan penting bagi para pelaku usaha untuk mengetahui berbagai kebijakan pengembangan beberapa program kerja pemerintah, mengingat target dari kegiatan tersebut adalah untuk membuka peluang investasi.

“Bagi Kabupaten Bogor sendiri, forum ini sangat potensial dan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2009 Bab IV mengenai Strategi Pembangunan Daerah yang mengoptimalkan potensi yang dimiliki, seperti pertanian, pariwisata dan industri,” sebutnya.

[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *