Dr Tuti Suryati

Begini Penanganan dan Pengolahan Daging Kurban Menurut Ahli IPB

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Pelaksanaan ibadah kurban akan digelar selama empat hari ke depan. Untuk itu, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Dr Tuti Suryati memberikan tips penanganan daging kurban yang aman dan sehat.

Sesampainya daging kurban di rumah, Dr Tuti menyarankan supaya daging kurban dipisah dari jeroan. Apabila daging atau jeroan terdapat cemaran seperti tanah, pasir, kerikil, rumput maupun kotoran lainnya, ia menyarankan supaya dicuci hingga bersih.

“Idealnya daging tidak dicuci karena proses pencucian daging akan berdampak terhadap meningkatnya jumlah mikroba dan memunculkan bau pada daging,” jelas Dr Tuti dalam keterangan tertulis Kamis (30/7/2020).

Jika harus dicuci, lanjutnya, pastikan menggunakan air bersih dan dibilas menggunakan air yang siap minum. Daging yang sudah dicuci ditiriskan menggunakan refrigerator hingga tidak ada air di permukaan. Daging tersebut bisa dikemas per 250 gram atau 500 gram menggunakan plastik transparan dan tidak berbau.

“Daging bisa diolah langsung maupun disimpan dingin atau beku. Kalau jeroan, pastikan sebelum disimpan beku, dimasak terlebih dahulu,” tambahnya.

Baca juga  Pemkab Bogor Undang Menteri dan 3 Gubernur Hadiri BES 9 Desember  

Untuk pengolahan daging kurban, Dr Tuti menegaskan supaya daging kurban dimasak menggunakan panas yang cukup seperti direbus, dipanggang, dibakar atau digoreng hingga matang. Ia juga menyarankan supaya memasak daging jangan sampai gosong saat dibakar.

Supaya olahan daging lebih sehat, ia menyarankan untuk menambahkan rempah-rempah. “Jika mau membuat sate, dapat ditambahkan parutan nanas atau dibungkus daun pepaya sebelum dimasak untuk mendapatkan sate yang lebih empuk,” jelasnya.

Sementara, jika mengolah daging kurban yang sudah disimpan beku, daging yang masih dalam kemasan direndam terlebih dahulu menggunakan air dingin hingga terbentuk daging segar dan baru dimasak sesuai keingininan.

“Daging kurban dapat pula diolah sekaligus, daging olahan ini bisa dikemas 250 gram maupun 500 gram dan disimpan dingin atau beku. Sebelum disajikan, daging olahan beku tersebut dicairkan terlebih dahulu kemudian dipanaskan,” tutupnya. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *