Bawaslu Jabar Minta Bawaslu Karawang Turunkan Jumlah Pelanggaran Pilkada

BOGOR-KITA.com, KARAWANG – Koordinator divisi Humas Bawaslu Jawa Barat,  Loly Suhenti memberi warning terhadap Bawaslu Karawang dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) di 8 kabupaten/kota termasuk salah satunya Kabupaten Karawang, karena berkaca pada hasil evaluasi Bawaslu Karawang merupakan urutan keempat di Jawa Barat dalam segi pelanggaran dalam Pilkada sebelumnya.

Loly Suhenti menyebut  Karawang menempati urutan ke 4 dalam penanganan pelanggaran dari 8 kabupaten /kota ,yang akan menggelar Pilkada serentak 2020,  pelanggaran pada  Pilkada 2015 ada  27 kasus pelanggaran Pilkada yang ditangani Bawaslu Karawang .

“Pada Pilkada 2015, ada 27 kasus pelanggaran, 14 kasus administrasi, 13 kasus pidana,” kata Loly, Kamis (27/12/2019) saat membuka acara Refleksi Kinerja Bawaslu Karawang.

Tentu ini ,kata Loly, menjadi warning bagi Bawaslu Karawang, untuk  lebih spesfik dan berhati-hati  dalam melaksanakan pengawasan Pilkada mendatang dengan cara melakukan pencegahan sedini mungkin ,dan meminta Bawaslu Karawang untuk menurunkan angka pelanggaran.

“Pilkada mendatang Bawaslu Karawang harus mampu menurunkan peringkat pelanggaran yang terjadi,” katanya.

Bawaslu Jabar juga memberikan warning kepada Bawaslu kabupaten/kota 8 kabupaten/kota  yang akan menggelar Pilkada 2020.

“Warning juga diberikan kepada Bawaslu yang selenggarakan Pilkada serentak 2020, termasuk Karawang, karena informasinya Petahana kembali maju dalam Pilkada mendatang,” tandasnya.

Dia berharap, Bawaslu kabupaten/kota untuk menjaga integritas dalam melakukan pengawasan sebagai penyelenggara pemilu ,hindari konflik  lakukan pencegahan  sedini mungkin  dan selalu mengingatkan kepada peserta pilkada terutama petahana yang kembali maju untuk tidak menggunakan fasilitas negara.

“Bawaslu jaga integritas , hindari bermain mata dengan petahana terutama dalam curi start kampanye ,” tandasnya.

Ketua Bawaslu Karawang, Kursin Kurniawan menegaskan Bawaslu akan memperhatikan warning dari Bawaslu Jabar untuk melakukan pencegahan dalam Pilkada mendatang, apalagi jelang Pilkada , pemilihan kepala desa juga akan digelar sehingga rentan terhadap manuver politik dari bakal calon Bupati-Wakil Bupati untuk meraih simpati dari para calon kades.

“Kita konsisten menjalan pengawasan dalam pilkada mendatang untuk mencegah pelanggaran  dari kontestan pemilukada,” tandasnya. [] Nandang



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *