Regional

Atalia Dorong Istri Jadi Benteng Cegah Korupsi

Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri Talkshow Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tingkat Provinsi Jabar 2020 di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (15/12/2020). 

BOGOR-KITA.com, KOTA BANDUNG –  Perempuan bisa turut berperan sebagai benteng pencegahan korupsi di level keluarga.

“Perempuan tentunya sangat berperan sekali, apalagi sebagai ibu rumah tangga, dia punya suami. Kaum perempuan saya kira bisa menjadi benteng pencegahan korupsi,” kata Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri Talkshow Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tingkat Provinsi Jabar 2020 dengan tema “Jabar Juara Tanpa Korupsi, Integritas Terjaga Kala Pandemi” di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (15/12/2020).

“Jadi, perempuan itu menjadi benteng luar biasa ketika dia dengan gaya hidup yang sederhana, tidak berlebihan, maka dia akan mampu untuk medorong suaminya tidak melakukan hal-hal yang diluar dari kemampuan dan kapasitasnya,” tambahnya.

Baca juga  Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor Bakal Dilanjutkan, Lelang awal April

Seorang istri, lanjut Atalia, perlu mengingatkan sang suami agar tidak melakukan tindakan korupsi dalam pekerjaannya. Jika diperlukan, menurut Atalia, istri berhak menanyakan kepada suami jika nafkah yang diterimanya berasal dari sumber pendapatan yang tidak jelas.

“Kemudian juga saling mengingatkan, karena bagaimana pun juga sebagai istri kita harus terus-menerus menyampaikan (antikorupsi), contohnya adalah ketika suami bawa pulang uang maka kita sampaikan, ini uang apa, kalau ini uang yang tidak jelas sumbernya saya tidak mau terima, misalkan seperti itu,” ujar Atalia.

Dalam acara tersebut, Atalia menambahkan bahwa ada tiga hal yang mengakibatkan terjadinya tindakan korupsi, yakni karena terjadinya pembiaran, tekanan kebutuhan ekonomi, dan pembenaran.

Baca juga  Indonesia Bangkit dan Jaya di Tengah Pandemi! Refleksi HUT ke-76 RI

“Misalkan, gaji saya kecil tapi pekerjaan saya berat, berarti saya boleh ini mengambil sedikit saja atau saya sudah lama bekerja tapi kenapa gaji saya masih segini saja. Jadi, memang banyak sekali faktornya,” kata Atalia.

Untuk itu, Atalia pun mengajak kepada semua elemen masyarakat agar menjadikan antikorupsi sebagai budaya.

Pada kesempatan ini, Atalia juga memberikan hadiah kepada para pemenang lomba bersepeda bertajuk Video Ride Against Corruption dalam rangka Hakordia Tingkat Provinsi Jabar 2020 yang diikuti peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“Karena mereka sambil berolahraga menggunakan konten-konten terkait dengan antikorupsi dengan cara yang berbeda-beda. Saya kira ini sangat orisinil sekali idenya dan ini bisa diterapkan untuk berbagai bidang kehidupan lain sesungguhnya,” ucap Atalia.

Baca juga  Corona Kota Bogor dalam Sepekan: Positif 576, Sembuh 402, Meninggal 10

Para pemenang Lomba Video Ride Against Corruption Hakordia 2020 mendapatkan hadiah uang tunai untuk Juara I sebesar Rp3,5 juta, Juara II sebesar Rp3 juta, dan Juara III Rp2,5 juta dipotong pajak. Berikut daftar pemenangnya:

Kategori Pelajar (9 Km):
Juara I M. Fahmi Robbani (Kota Cimahi)
Juara II Siti Zulfa Humairah (Kabupaten Subang)
Juara III M. Faiz Maulana (Kota Cirebon)

Kategori Mahasiswa/Umum (12 Km):
Juara I Grup Lovely Revolusi (Kota Bandung)
Juara II Jiliant (Kabupaten Sumedang)
Juara III Rizki Maulana Barokah (Kota Bandung). [] Admin/jabarprov.go.id

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top