Nasional

Apriyani Rahayu Mengawali Sukses dari Raket Cicilan

Apriyani Rahayu
Apriyani Rahayu/Reuters

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Untuk menjadi atlet kelas dunia, modal besar saja belum cukup, butuh ketekunan, usaha keras dan pantang menyerah. Tengok, perjalanan sukses Apriyani Rahayu yang berasal dari Desa Lawulo, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Wanita kelahiran Konawe, 29 April 1998 ini baru saja mengukir sejarah dengan meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 nomor ganda putri, berpasangan dengan Greysia Polii.

Apriyani bukan datang dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya, Ameruddin adalah seorang pegawai negeri sipil yang harus membiayai tiga anak. Meski hidup pas-pasan, Ameruddin selalu berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, termasuk hobi mereka.

Apriyani yang memang senang dengan olahraga, awalnya ikut latihan taekwondo. Memang ini sesuai dengan sikap tomboy-nya. Namun menurut Harmuddin, kakak pertama Apriyani, karena latihan bela diri ia jadi sering menendang dan memukul temannya.

Baca juga  Pelabuhan Patimban Senilai Rp43,2 Triliun di Subang, Hampir Rampung

“Saya pikir bahaya ini kalau dia terus berlatih bela diri. Jadi lebih baik latihan bulutangkis seperti hobi ibu,” ungkap Harmuddin, seperti dikutip Kompas.id, Senin (2/8/2021).

Ibunda Apriyani, Sitti Jauhar yang telah berpulang pada 2015, memang hobi bulutangkis dan diteruskan ke putrinya. Apriyani mengawali dengan berlatih memakai raket kayu di lapangan rumput di depan rumah.

Ameruddin yang kini berusia 64 tahun menceritakan, putrinya serius berlatih meski hanya dengan raket seadanya. “Dia nangis kalau nggak latihan,” ungkap Ameruddin.

Pernah suatu saat Ameruddin ingin membelikan raket yang lebih bagus untuk putrinya, namun dana yang ada pas-pasan. Terpaksa membeli dengan mencicil.

“Saya tidak langsung beli raket jadi, tapi berangsur-angsur mulai dari gagangnya dulu baru senarnya,” tutur Ameruddin. “Waktu itu berbarengan dengan kakaknya masuk Polisi dan yang satu lagi masuk SMA,” tambahnya.

Baca juga  Sepanjang Februari, 720.915 Jiwa di Jabar Terdampak Bencana

Dengan raket baru, Apriyani mulai menunjukkan bakatnya dengan memenangkan beberapa kejuaraan yang diikuti di daerahnya. Kemudian meningkat ke kejuaraan bulutangkis kabupaten dan provinsi.

Pada 2011, wanita dengan tinggi 163 cm ini mulai berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan klub Pelita Jaya yang dipimpin Icuk Sugiarto. Lalu pada 2015 Apriyani melanjutkan ke klub Jaya Raya sampai kini.

Kini, Ameruddin merasa bersyukur dan bangga atas upaya yang sudah dilakukan putrinya itu. Dengan medali emas Olimpiade bersama Greysia Polii, anaknya telah berhasil membawa nama harum bangsa.

“Saya gembira dan bangga pastinya. Terima kasih kepada seluruh warga Indonesia yang telah mendoakan Apriyani dan Greysia,” tutur Ameruddin.[] Anto

Baca juga  Pebasket Terpapar Covid-19, Sekum Perbasi Minta  Bucket List Ditutup Sementara, Dedie Rachim Menolak
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top