Kota Bogor

Kreatif! Warga RW 13 Rangga Mekar Bikin Gapura Kemerdekaan dari Limbah Kayu

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kreativitas warga RW 13, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, membuat suasana lingkungan semakin semarak dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Warga memanfaatkan sejumlah material bekas untuk dijadikan berbagai ornamen penghias kampung. Salah satunya berupa gapura yang dibuat menggunakan potongan kayu dan limbah kulit bambu.

Tak hanya itu, limbah plastik juga disulap menjadi hiasan berbentuk bunga yang dipasang di sejumlah titik sepanjang lingkungan RW 13. Upaya tersebut sekaligus menjadi cara warga mengurangi limbah dengan mengubahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai estetika.

Ketua RW 13 Kelurahan Rangga Mekar, Muhammad Rizal, mengatakan ide tersebut muncul dari keinginan warga untuk menghias lingkungan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia.

Baca juga  Pemkot Bogor Siap Tambah Sekolah SMA, Siapkan Lahan untuk Pembangunan

“Ini kita ambil dari limbah kulit kayu atau bambu. Bahannya dihaluskan terlebih dahulu, kemudian difinishing, dipelitur atau dicat,” kata Rizal, Jumat (21/8/2026).

Menurut Rizal, pengerjaan ornamen dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. Hingga kini, penataan dan penghiasan kawasan masih terus berlangsung secara bertahap.

“Penghiasannya dilakukan oleh warga RW 13. Saat ini masih dalam proses pembenahan. Bahan limbah ini kita susun dan dibuat menjadi kreativitas warga,” ujarnya.

Rangkaian hiasan tersebut membentang kurang lebih 500 meter, mulai dari area gapura hingga bagian belakang lingkungan RW 13.

Menariknya, seluruh biaya pembuatan dan pemasangan ornamen berasal dari swadaya masyarakat. Warga secara sukarela bergotong royong mengumpulkan bahan sekaligus mengerjakan berbagai dekorasi.

Baca juga  Update Corona Kota Bogor: Tertular Baru Bertambah 2 Jadi 95

Rizal menyebut terdapat tiga bagian utama dalam konsep penghiasan lingkungan tahun ini. Selain gapura berbahan potongan kayu, warga memanfaatkan limbah plastik menjadi ornamen bunga dan menambahkan lampu untuk mempercantik kawasan saat malam hari.

“Dananya semua murni dari swadaya masyarakat. Pertama untuk pembuatan gapura dari limbah potongan kayu, kedua limbah plastik yang kita kreasikan menjadi bunga-bunga, dan ketiga menghias dengan penambahan lampu,” jelasnya.

Bagi warga, kegiatan tersebut bukan sekadar mempercantik kampung dalam menyambut HUT RI. Proses pengerjaan yang melibatkan banyak warga juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong.

Rizal berharap kreativitas serupa dapat ditiru oleh lingkungan lainnya. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti menghias kampung dapat menjadi momentum untuk kembali mempererat hubungan antarwarga.

Baca juga  Rumah di Rangga Mekar Longsor, Dua Lansia Terluka

“Mudah-mudahan di wilayah lain juga bisa ikut serta. Dengan menghias wilayah ini, warga kembali guyub, berkumpul dan menjalin silaturahmi,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top