Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan di Ciseeng
BOGOR-KITA.com, CISEENG – Seorang pria, Saepudin Udin (65), ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Kampung Gardu RT 03 RW 06, Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Selasa (6/10/2026) pagi.
Saepudin diketahui berprofesi sebagai sopir dan merupakan warga Kampung Kedokan RT 03 RW 01, Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.40 WIB. Saat itu, pemilik kontrakan, Iswadi (44), hendak menuju bagian belakang rumah. Ketika melintas di depan kontrakan korban, Iswadi melihat cairan keluar dari dalam rumah dan mencium bau menyengat.
Karena merasa curiga, Iswadi mengetuk pintu dan memanggil korban. Namun, tidak ada respons dari dalam rumah. Iswadi kemudian memberitahukan hal tersebut kepada keluarga korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
Bersama anak korban, Asep Faisal (30), Iswadi kemudian membuka paksa pintu kontrakan. Setelah pintu terbuka, keduanya mendapati korban dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tertelungkup.
Petugas Polsek Parung yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), dokumentasi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Petugas juga mengevakuasi jenazah korban.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan mengenakan celana pendek berwarna putih. Kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan dan mengeluarkan cairan berwarna gelap.
Dari pemeriksaan awal tersebut, petugas tidak menemukan tanda-tanda luka yang diduga akibat kekerasan. Namun, kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan keluarga.
Jenazah selanjutnya dimakamkan di TPU Astana Giri Dua Gerendong.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Polsek Parung melakukan sejumlah langkah, antara lain mendatangi dan mengamankan TKP, melakukan dokumentasi, meminta keterangan saksi, mengevakuasi jenazah, menerima surat pernyataan dari keluarga, serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.
Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah, S.H., mengatakan pemeriksaan awal di TKP tidak menemukan indikasi kekerasan terhadap korban.
“Berdasarkan pemeriksaan awal di TKP, tidak ditemukan indikasi adanya kekerasan terhadap korban. Namun demikian, penyebab pasti meninggalnya korban tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan dugaan keluarga dan tetap mengacu pada hasil pemeriksaan medis yang tersedia,” kata Maman.
Polsek Parung mengimbau masyarakat yang menemukan kejadian serupa agar segera menghubungi pihak kepolisian atau Call Center 110 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. [] Fahry
