Di Depan DPRD, Kades Cibeuteung Udik Keluhkan Lambatnya Renovasi Puskesmas dan Bantuan Korban Kebakaran
BOGOR-KITA.com, CISEENG – Kepala Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Bambang Gunawan, mengeluhkan lambatnya realisasi usulan renovasi gedung Puskesmas Cibeuteung Udik. Ia berharap anggota DPRD Kabupaten Bogor dapat membantu memperjuangkan usulan tersebut agar segera mendapat perhatian pemerintah daerah.
Keluhan itu disampaikan Bambang saat kegiatan reses anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI di Kantor Kecamatan Ciseeng, Rabu (14/10/2026).
Bambang mengatakan, usulan renovasi puskesmas telah diajukan berulang kali. Namun, selama dua periode menjabat sebagai kepala desa, renovasi gedung tersebut belum juga terealisasi.
“Tanahnya merupakan hibah dari orang tua saya. Namun, hingga dua periode saya menjabat sebagai kepala desa, belum ada renovasi. Saya berharap para anggota dewan bisa membantu memperjuangkan usulan tersebut,” ujar Bambang.
Menurutnya, kondisi fasilitas puskesmas, termasuk area parkir, masih belum memadai. Ketika jumlah pasien dan pengunjung meningkat, kendaraan terpaksa diparkir hingga ke tepi jalan sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Kalau banyak pengunjung atau pasien yang datang berobat, kendaraan sampai diparkir di pinggir jalan hingga menyebabkan kemacetan,” jelasnya.
Bambang menambahkan, Puskesmas Cibeuteung Udik melayani kebutuhan kesehatan masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Babakan, Karikil, dan Cibeuteung Udik. Karena itu, ia menilai peningkatan fasilitas puskesmas diperlukan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain persoalan renovasi puskesmas, Bambang juga menyoroti lambatnya penyaluran bantuan bagi warga yang menjadi korban kebakaran. Menurutnya, terdapat warga yang harus menunggu hingga satu tahun untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ia menilai bantuan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan mendesak korban, terutama terkait tempat tinggal.
“Bantuan yang datang, misalnya, mi instan dan telur. Padahal, korban juga membutuhkan tempat tinggal,” ungkapnya.
Bambang mengungkapkan, pengalaman tersebut membuat pemerintah desa mempertimbangkan kembali pengajuan bantuan kepada pemerintah kabupaten ketika terjadi musibah kebakaran. Dalam peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu, pihak desa memilih mengupayakan bantuan melalui swadaya masyarakat.
“Beberapa waktu lalu terjadi lagi musibah kebakaran, tetapi bantuan tidak kami ajukan ke Pemkab. Kami berupaya mencari bantuan melalui swadaya warga. Kami berharap persoalan ini juga mendapat perhatian dari para anggota dewan,” tandasnya.
Bambang berharap aspirasi terkait perbaikan fasilitas Puskesmas Cibeuteung Udik dan percepatan penyaluran bantuan bagi korban kebakaran dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.[] Fahry
