Kab. Bogor

Jalan Alternatif Puncak Menuju TSI Berpotensi Longsor, Warga Minta Penanganan Segera

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Jalan alternatif Puncak yang menghubungkan Citeko-Cibeureum di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan. Sebagian badan jalan terlihat ambles akibat erosi pada bagian bawah jalan yang berbatasan dengan aliran sungai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalur ini merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat maupun wisatawan, terutama ketika arus kendaraan di Jalan Raya Puncak diberlakukan penutupan atau rekayasa lalu lintas.

Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Cisarua, Agus Shahrudin, mengatakan kondisi jalan tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor. Ia berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi.

Baca juga  Lapas Cibinong Raih Predikat Zona Integritas WBBM Tahun 2020

“Sudah kami sampaikan ke PUPR agar jalan alternatif tersebut segera ditinjau,” ujar Agus, Senin (5/10/2026).

Menurut Agus, amblesnya badan jalan dipicu erosi pada bagian bawah jalan akibat aliran sungai. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas, terlebih kawasan Puncak masih berpotensi diguyur hujan.

Ia mengatakan, jalur tersebut memiliki peranan penting sebagai akses alternatif ketika Jalan Raya Puncak mengalami penutupan maupun pengaturan lalu lintas. Salah satu pengguna jalan yang cukup banyak melintas merupakan wisatawan yang hendak menuju Taman Safari Indonesia (TSI).

“Pengguna jalan itu banyak dilalui pengunjung wisatawan Taman Safari Indonesia. Lintasan ruas jalur Citeko, Cibeureum, Cisarua dilintasi saat tutup jalan utama,” katanya.

Baca juga  Positif di Kota Bogor Terus Tingggi, Atang: Perkuat Satgas Sampai Tingkat RT

Agus menambahkan, Satpol PP tidak memiliki kewenangan dalam penanganan teknis kerusakan jalan. Pihaknya lebih berperan dalam pengamanan dan mengantisipasi agar pengguna jalan tetap dapat melintas dengan aman.

“Ranah Pol PP hanya pengamanan agar jalan tersebut bisa dilalui. Walaupun ruas yang amblas sebelah, kekhawatiran saat hujan kami antisipasi,” ungkapnya.

Ia menerangkan, bagian jalan yang mengalami kerusakan berada di sisi yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Gerusan air secara terus-menerus membuat tanah di bawah badan jalan terkikis sehingga sebagian konstruksi kehilangan penyangga dan mengalami ambles.

“Iya, jalan amblas sebelah terdampak terkikis aliran sungai saat hujan,” tuturnya.

Kerusakan tersebut dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera ditangani. Terlebih, jalur tersebut menjadi salah satu akses alternatif menuju kawasan wisata Puncak dan cukup banyak digunakan ketika terjadi penutupan atau pengaturan lalu lintas di jalur utama.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif Terus Turun, 10, Sembuh Meningkat, 33

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor terkait hasil peninjauan maupun rencana penanganan kerusakan jalan tersebut.[] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top