Kota Bogor

Sentra UMKM Cibadak Bogor Diusulkan Jadi Pusat Ekonomi Warga

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Upaya Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, untuk menghadirkan sentra UMKM di wilayahnya masih menunggu kepastian pemanfaatan lahan milik pemerintah pusat.

Lahan yang berada di sekitar pos polisi simpang Yasmin tersebut merupakan aset Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Lokasi itu sejak 2024 diusulkan untuk menjadi kawasan yang menampung berbagai aktivitas usaha masyarakat.

Lurah Cibadak Herry Chaerudin mengatakan, gagasan tersebut awalnya disampaikan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Usulan kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kota Bogor.

“Pada tahun 2024 kita pernah usulkan di samping pos polisi, tanah Bina Marga Pusat, Kementerian PUPR. BKM dengan LPM sudah bersurat ke Pak Wali, mohon untuk dijadikan sentra UMKM,” kata Herry, Senin (10/8/2026).

Baca juga  Ade Sarip: 5 Tahun ke Depan BUMD Harus Sehat

Herry menjelaskan, Pemkot Bogor telah merespons usulan tersebut dengan menyurati Kementerian PUPR terkait rencana pemanfaatan lahan. Namun, hingga kini belum ada keputusan atau tindak lanjut dari pemerintah pusat.

“Nah, Pak Wali Kota juga sudah bersurat ke Kementerian PUPR, cuma sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Jika terealisasi, sentra tersebut diharapkan menjadi kawasan yang mengintegrasikan berbagai jenis usaha masyarakat. Beberapa kegiatan yang direncanakan di antaranya perdagangan ikan hias, food court, serta usaha tanaman hias.

“Memang rencana yang di pos polisi itu ikan hias, terus food court rencananya ke sana, tanaman hias,” ujarnya.

Tak hanya itu, kawasan tersebut juga sempat diwacanakan menjadi lokasi pemindahan aktivitas pedagang tanaman yang selama ini berada di kawasan Dadali.

Baca juga  71 Peserta Meriahkan Dedie A. Rachim Esport Competition

Namun, pembahasan mengenai rencana pemindahan tersebut belum berlanjut hingga saat ini.

“Malah ada wacana Pak Dewan, Pak Haji Murtadlo itu mau memindahkan yang di Dadali ke situ. Tapi belum, belum ada koordinasi lagi sampai saat ini,” ungkapnya.

Menurut Herry, keberadaan sentra UMKM akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat apabila berbagai kegiatan ekonomi di wilayah Cibadak dapat terpusat dalam satu kawasan.

Ia menilai, selain memudahkan masyarakat dalam menjalankan usaha, sentra tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kita berharap sih itu bisa terealisasi. Jadi terpusat di situ. UMKM maupun segala kegiatan perekonomian bisa di situ dengan harapan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kelurahan Cibadak ini,” tuturnya.

Baca juga  Komisi IV DPRD Jabar Tinjau Posko Rapid Test Arus Balik, Alat Test Antigen Masih Kurang

Karena belum adanya tindak lanjut terkait pemanfaatan lahan, Herry berharap komunikasi dengan pemerintah pusat dapat kembali dilakukan. Ia juga berharap rencana tersebut dapat mulai diwujudkan pada 2027.

“Minimal sejahteralah di wilayah Kelurahan Cibadak. Tapi sampai saat ini belum ada follow up lagi. Mudah-mudahan sih bisa direalisasikan di tahun 2027,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top