Kirab Merah Putih 500 Meter Semarakkan Festival Merah Putih 2026 di Kota Bogor
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Ribuan peserta dari berbagai unsur turut ambil bagian dalam Kirab Merah Putih yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026.
Kirab tersebut mengarak lima rangkaian bendera Merah Putih sepanjang 500 meter yang dibawa oleh unsur TNI, Polri, pelajar, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Danrem 061/Suryakencana Brigjen TNI Thomas Rajunio, unsur Forkopimda Kota Bogor dan tamu undangan lainnya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pelaksanaan Kirab Merah Putih yang kini memasuki tahun ke-11 menjadi bukti bahwa tradisi yang mengandung nilai kebangsaan masih mendapat tempat di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi agenda tahunan dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga sarana untuk meneruskan nilai nasionalisme kepada generasi berikutnya.
“Kita merasa bersyukur untuk yang ke-11 kalinya kirab Festival Merah Putih kita laksanakan. Ini ada tokoh-tokoh besar Bogor sebagai penggagas dan insyaallah kita akan wariskan nilai-nilai kebaikan ini, nilai nasionalisme, rasa cinta kepada tanah air dan bangsa kepada generasi muda kita,” kata Dedie, Minggu (9/8/2026).
Ia menilai keberlangsungan Festival Merah Putih merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan warga Kota Bogor. Karena itu, Dedie berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dalam jangka panjang.
“Yang penting, hari ini mari kita rayakan kebersamaan Kota Bogor, sebuah tradisi baik yang mudah-mudahan bisa terus abadi sampai ke depan,” ujarnya.
Dedie juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif yang dapat memperkuat rasa cinta terhadap Indonesia.
“Mudah-mudahan generasi muda Kota Bogor dapat merespons juga kegiatan yang positif ini sebagai salah satu bentuk kecintaan kepada tanah air dan bangsa untuk terus membangkitkan rasa nasionalisme kita,” katanya.
Sementara itu, Danrem 061/Suryakencana Brigjen TNI Thomas Rajunio menyoroti pesan yang dibawa Festival Merah Putih tahun ini melalui tagline “Dari Bogor untuk Indonesia”.
Ia menegaskan, tagline tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan, ketertiban, serta berbagai aspek kehidupan di Kota Bogor.
“Ini sudah tahun ke-11 Festival Merah Putih. Kita jadikan tagline-nya ‘Dari Bogor untuk Indonesia’ tidak hanya sebatas tagline. Mari kita jaga Bogor, jaga kebersihannya, jaga ketertibannya,” kata Thomas.
Menurutnya, wajah sebuah daerah pada dasarnya mencerminkan perilaku masyarakatnya. Karena itu, membangun Kota Bogor tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen.
“Kalau Kota Bogor dianggap masih kurang rapi, berarti kita masyarakatnya yang kurang rapi. Kalau Kota Bogor dianggap masih semrawut, berarti kita masyarakatnya yang masih semrawut,” ujarnya.
Thomas mengajak pemerintah daerah bersama TNI, Polri, komunitas dan masyarakat untuk bergerak bersama memperbaiki berbagai persoalan di Kota Bogor.
“Sehingga mari sama-sama, kita Pemerintah Kota Bogor, TNI, Polri, dan semua unsur, mari kita bangun sehingga kita jadikan tagline ini menjadi kenyataannya: ‘Dari Bogor untuk Indonesia’,” tuturnya.
Apresiasi terhadap pelaksanaan Kirab Merah Putih juga disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman. Hadir mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Herman menilai kegiatan tersebut memiliki makna lebih besar dibanding sekadar perayaan tahunan.
Ia menyebut Kirab Merah Putih sebagai bentuk pengingat bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih.
“Kami dari Pemda Provinsi Jawa Barat atas nama Pak Gubernur menyampaikan apresiasi, penghargaan yang luar biasa kepada panitia, Pemkot Bogor, dan masyarakat Bogor yang telah melaksanakan Kirab Merah Putih dalam rangka Festival Merah Putih Bogor,” kata Herman.
Herman bahkan menyebut kirab tersebut sebagai “kirab perjuangan”. Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan saat merebut kemerdekaan perlu diteruskan oleh generasi saat ini melalui upaya mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.
“Kami yakin ini bukan kirab sembarang kirab. Ini adalah kirab perjuangan!” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui pengorbanan besar para pendahulu bangsa. Karena itu, masyarakat saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman.
“81 tahun yang lalu, tepatnya 1945, kemerdekaan kita rebut dengan darah, dengan jiwa dan raga. Dan para pendahulu kita, para pahlawan bertaruh untuk Indonesia,” ujarnya.
Herman mengatakan semangat perjuangan harus tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, meski bentuk perjuangannya telah berubah.
“Kalau dulu merebut kemerdekaan, sekarang mengisi kemerdekaan. Tentu kami berharap spiritnya sama. Kalau dulu ‘merdeka atau mati’, saat ini juga kalau kita ingin mengisi kemerdekaan dan hasilnya maksimal, pertaruhannya harus sama: maju atau mati!” katanya.
Ia berharap semangat yang ditunjukkan melalui Festival Merah Putih dapat menjadi energi positif untuk mendorong kemajuan Kota Bogor.
“Untuk Bogor yang lebih baik. Untuk Bogor menjadi kota terbaik di Jawa Barat, bahkan di Indonesia, baheula, di dunia, dan saya yakin bisa!” ujar Herman.
Menurutnya, kemajuan Kota Bogor juga akan memberikan dampak positif bagi Jawa Barat. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam Festival Merah Putih dapat terus dijaga.
“Mudah-mudahan dengan Bogor yang maju pada akhirnya bisa mengantarkan Jawa Barat Istimewa,” pungkasnya. [] Ricky
