Kota Bogor

Karang Taruna Kota Bogor Diberi Tugas Data Anak Putus Sekolah

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggandeng Karang Taruna untuk memperkuat pendataan anak putus sekolah hingga tingkat lingkungan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meminta seluruh camat dan lurah melibatkan Karang Taruna dalam berbagai program sosial, khususnya penanganan anak putus sekolah dan masyarakat yang belum bekerja.

Menurut Jenal, Karang Taruna memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah karena keberadaannya menjangkau hingga tingkat masyarakat.

“Katar ini mitra strategis. Mereka adalah lembaga yang secara legitimasi diakui dan justru membantu percepatan program pemerintah, khususnya secara spesialis bidang kesejahteraan atau permasalahan sosial di tingkat masyarakat,” ujar Jenal saat menghadiri Orientasi Kepemimpinan dan Kaderisasi Karang Taruna Kota Bogor di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Minggu (5/7/2026).

Baca juga  Aklamasi, Asep Nadzarulloh Nahkodai Karang Taruna Kota Bogor Periode 2022-2027

Dalam kesempatan itu, Jenal menugaskan pengurus Karang Taruna untuk melakukan pendataan langsung terhadap anak-anak putus sekolah. Pendataan tersebut bertujuan memastikan data yang dimiliki pemerintah sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kita ingin menggugurkan mindset atau paradigma putus sekolah terbesar itu mana. Coba kita jemput bola, apakah memang data dan faktanya ini sesuai dengan di lapangan atau tidak,” katanya.

Ia menjelaskan, pendataan yang sebelumnya dilakukan oleh camat dan lurah berhasil menjangkau sekitar 900 anak yang kemudian difasilitasi untuk kembali memperoleh pendidikan. Namun, Pemkot Bogor menilai masih diperlukan pendataan lanjutan dengan melibatkan Karang Taruna yang memiliki jaringan hingga tingkat RT dan RW.

“Saya berikan tugas, maksimal dua minggu mereka turun ke lapangan mendata anak-anak putus sekolah. Nanti kita salurkan langsung ke PKBM dan gratis tanpa biaya,” tegasnya.

Baca juga  Hasil Lengkap KLB PSSI 2023: 12 Exco Terpilih, Erick Ketua Umum PSSI Dibantu Ratu Tisha dan Zainudin Amali

Jenal juga meminta seluruh camat dan lurah membuka ruang kolaborasi dengan Karang Taruna untuk mendukung percepatan program Pemerintah Kota Bogor sesuai visi “Bogor Beres, Bogor Maju”.

“Kita minta camat dan lurah jangan menutup diri terhadap Karang Taruna di semua grassroot. Justru harus bersinergi karena Katar hadir untuk mendukung percepatan visi misi wali kota dan Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Bogor, Asep Nadzarulloh, mengatakan kegiatan orientasi dan kaderisasi menjadi upaya membentuk kader yang memiliki kemampuan organisasi sekaligus kepedulian sosial.

“Karang Taruna harus jadi motor penggerak pemuda. Lewat kaderisasi ini kita siapkan pemimpin yang paham organisasi, peka terhadap masalah warga, dan siap kolaborasi serta sinergi dengan Pemkot Bogor,” kata Asep.

Baca juga  TKD Nilai Kota Bogor Aman Dan Kondusif Selama Debat Capres

Ia menambahkan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari wawasan kebangsaan, kepemimpinan, manajemen organisasi hingga digitalisasi. Program tersebut menjadi salah satu agenda kerja Karang Taruna Kota Bogor sepanjang 2026.

“Ini merupakan program kerja Karang Taruna Kota Bogor di tahun 2026. Saya meminta seluruh anggota Karang Taruna terus menunjukkan eksistensi dan kiprahnya dalam membantu masyarakat serta bekerja sama dengan Pemkot Bogor,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top