Kota Bogor

DPS Motivasi Anak Disabilitas Lewat Nobar Film “Semua Naik-baik Saja”

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Devie Prihartini Sultani mengajak anak-anak disabilitas menonton film “Semua Akan Baik-Baik Saja” besutan Baim Wong pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan nonton bareng tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus motivasi bagi anak-anak disabilitas agar tetap percaya diri dan terus berkarya meski memiliki keterbatasan.

Kegiatan itu diikuti anak-anak disabilitas yang berada di bawah naungan Perkumpulam Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor, di mana Devie juga berperan sebagai pembina PPDI Kota Bogor

Devie yang akrab disapa DPS mengatakan, anak-anak disabilitas merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapat perhatian serius, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan hingga masa depan mereka.

Baca juga  Dedie Rachim Optimis Pembangunan Blok I dan IV RSUD Kota Bogor Tepat Waktu

“Ini bentuk kepedulian terhadap anak-anak disabilitas untuk memotivasi mereka agar percaya diri. Mereka juga bisa berkarya dan mengembangkan hobi mereka,” ujar Devie.

Menurutnya, sejak dini anak-anak disabilitas harus dipersiapkan agar mampu bersaing dengan dunia luar bahkan meraih prestasi. Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar serius menjalankan Peraturan Daerah tentang Disabilitas Perda NO 2 tahun 2021 melalui penerbitan peraturan wali kota (perwali).

“Pemkot Bogor harus serius membuat perwali dari perda disabilitas agar bisa dilaksanakan dan benar-benar bermanfaat bagi warga Kota Bogor, karena mereka juga bagian dari masyarakat Kota Bogor yang ikut berkontribusi dalam membayar pajak kepada Pemkot Bogor,” katanya.

Baca juga  22 Atlet Paralimpik Kota Bogor Siap Ikut Peparda V Jabar

Selain itu, Politisi Partai NasDem ini juga menyoroti masih kurangnya tenaga pendidik yang memiliki sertifikasi khusus untuk menangani anak-anak disabilitas di Kota Bogor.

Ia menilai, tenaga pendidik bagi anak disabilitas membutuhkan keterampilan tambahan dengan tingkat kesulitan yang berbeda dibandingkan pengajar pada umumnya.

“Karena ada skill khusus yang harus dimiliki, maka ada baiknya Pemkot memberikan privilege khusus bagi tenaga pendidik ini. Setelah lulus pendidikan, mereka mengajar sebagai tenaga didik, kiranya Pemkot Bogor bisa memberi prioritas untik segera diangkat menjadi PNS,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top