Jembatan Gobang Ambruk, Sempat Retak Dihantam Arus Sungai Citempuhan
BOGOR-KITA.com, RUMPIN — Setelah hujan deras mengguyur selama beberapa hari terakhir, debit air Kali Citempuhan meningkat hingga menyebabkan jembatan di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, ambruk.
Sehari sebelumnya, jembatan penghubung Kampung Gobang dan Kampung Tarisi di Desa Gobang dilaporkan mengalami keretakan. Jembatan tersebut akhirnya ambruk setelah tiang penyangga patah dan terbawa arus deras Sungai Citempuhan.
“Lokasi jembatan berada di RT 01 RW 04 Kampung Gobang. Sehari sebelumnya terjadi keretakan pada bagian tengah, dan saat ini tiang penyangga patah terbawa arus sungai,” ujar Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi.
Ia menjelaskan, kerusakan jembatan pertama kali dilaporkan pada Jumat, 3 April 2026, berupa retakan di bagian tengah tepat di atas tiang penyangga. Saat itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan kaji cepat, dan jembatan masih dapat dilintasi dengan hati-hati.
Namun, pada Rabu, 15 April 2026, kondisi konstruksi jembatan memburuk. “Tiang penyangga utama patah karena tidak kuat menahan derasnya arus Sungai Citempuhan yang meluap. Badan jembatan pun ambruk dan tidak bisa dilalui,” katanya.
Camat Rumpin, Icang Aliudin, mengatakan ambruknya jembatan penghubung Gobang–Tarisi disebabkan hujan deras yang membuat aliran sungai meluap serta membawa material yang menghantam konstruksi jembatan.
Meski demikian, ia memastikan kejadian ini tidak melumpuhkan seluruh aktivitas warga. Saat ini, masyarakat masih dapat menggunakan jembatan gantung lama yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Saya sudah melaporkan kejadian ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Diperlukan alat berat untuk mengangkat material jembatan agar tidak membendung aliran Sungai Citempuhan,” ujarnya.
Seorang warga, Anda, mengatakan penggunaan jembatan gantung perlu dibatasi demi keamanan karena lebarnya yang terbatas.
“Jembatan Gobang–Tarisi merupakan urat nadi aktivitas warga, mulai dari ke sekolah, pasar, hingga ke kebun. Saat ini mobilitas warga menjadi terbatas,” katanya.
Warga berharap ada penanganan darurat, seperti pemasangan jembatan bailey atau perbaikan cepat, karena jembatan gantung tidak mampu menopang kebutuhan logistik maupun kondisi darurat, seperti warga yang sakit. [] Fahry
