Kota Bogor

BPBD Catat 16 Kejadian Bencana di Kota Bogor, Didominasi Pohon Tumbang

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sebanyak 16 kejadian bencana yang terjadi pada Rabu, (15/4/2026).

Rangkaian peristiwa tersebut dipicu oleh hujan deras yang disertai angin kencang sejak sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa dari total kejadian, terdapat lima insiden pohon tumbang. Dua kejadian terjadi di Kelurahan Lawanggintung dan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan.

Sementara itu, dua kejadian lainnya berada di Kelurahan Sukasari dan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, serta satu kejadian di Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat.

Selain pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Tercatat satu kejadian atap rumah terbawa angin terjadi di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, serta dua kejadian serupa di Kelurahan Pasirkuda dan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat.

Baca juga  BNPB: Pengungsi Bencana di Kabupaten Bogor Bertambah Jadi 22.504 Orang

“Untuk atap ambruk atau bangunan ambruk dilaporkan terjadi di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur,” ujar Dimas Tiko pada Kamis, (16/4/2026).

Di sektor lain, BPBD juga mencatat tiga kejadian banjir yang seluruhnya terjadi di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Adapun bencana tanah longsor terjadi di empat titik, masing-masing satu kejadian di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur dan tiga lainnya di Kecamatan Bogor Tengah, tepatnya di Kelurahan Cibogor, Kebonpedes, dan Tegallega.

Dimas Tiko menambahkan, seluruh laporan kejadian masuk hingga pukul 22.00 WIB. Dari total 16 kejadian, sebanyak 13 di antaranya telah selesai ditangani petugas. Sementara dua kejadian masih dalam proses penanganan dan satu kejadian lainnya belum tertangani.

Baca juga  Endorse Judi Online, DJ Perempuan di Bogor Ditangkap Polisi

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut.
Mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG maupun media sosial BPBD setempat.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar. Jika terjadi kenaikan debit air secara cepat atau kondisi lereng yang tidak stabil, warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

BPBD juga mengimbau warga untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya, serta menghindari area berisiko saat hujan lebat dan angin kencang, seperti berteduh di bawah pohon besar atau berada di dekat tebing rawan longsor.

Baca juga  Lokasi SIM Keliling Bogor Rabu 7 Desember 2022: Lippo Plaza Keboen Raya, Alfamart SPBU Cibanteng

“Segera laporkan jika ada kerusakan atau potensi bahaya baru di lingkungan Anda melalui call center kami atau aparatur kelurahan setempat,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top