Kab. Bogor

147 Pasien Katarak Mendapat Pelayanan Operasi Gratis di RSUD Ciawi

BOGOR-KITA.com, CIAWI – Kementerian Sosial RI kembali laksanakan Program Bakti Sosial Kesehatan dengan sasaran penderita mata katarak lansia.

Dari target 1.000 pasien penerima program ini setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan 350 orang dan 147 di antaranya di operasi di RSUD Ciawi Bogor.

Direktur Utama RSUD Ciawi Fusia Meidiawaty menerangkan, pasca menjalani operasi katarak, mata pasien dilarang basah, jangan mengangkat barang berat dan jangan banyak menunduk selama dua hari.

“147 pasien katarak yang dioperasi di RSUD Ciawi, 30 pasien pada hari ini dan sisanya pada hari Minggu lusa. Setelah dioperasi katarak, mereka akan menjalani rawat jalan dan ada obat serta arahan yang kami berikan,” ujar Direktur RSUD Ciawi dr. Fusia Meidiawaty, Rabu (25/10/2023).

Baca juga  Pemkab Bogor Raih Penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik se-Indonesia

Kementerian Sosial bekerja sama dengan RSUD Ciawi dan rumah sakit lainnya di wilayah Bogor melakukan operasi katarak gratis kepada 350 pasien yang rata-rata sudah lanjut usia (Lansia).

“Hari ini, di wilayah Bogor kami mulai melakukan operasi katarak, dimana dari 1.000 pasien, setelah menjalani screening yang lolos hanya 350 pasien,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini, Rabu, (25/10/2023).

Tri Rismaharini ini menuturkan, bahwa 350 pasien yang menjalani operasi katarak, tidak hanya dari Kabupaten dan Kota Bogor, tetapi juga dari Kabuaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kami melakukan operasi katarak gratis di seluruh Indonesia, hari ini, di Bogor, pasiennya juga ada dari Kabuaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,” tutur Tri Rismaharini.

Baca juga  Bogor Career Center Wujud Karsa Bogor Maju yang Signifikan Turunkan Angka Pengangguran di Kabupaten Bogor

Mantan Wali Kota Surabaya ini menjelaskan, bahwa jika tidak swgera dioperasi, maka pasien katarak ini akan menjadi tunanetra.

“Kalau pasien katarak ini tidak segera dioperasi, maka mereka menjadi penyandang dissabilitas atau tuna netra, oleh karena itu, langkah ini untuk mencegah dan bagi pasien, setelah dioperasi mereka jadi lebih mandiri dan produktif,” tutup Menteri Sosial Tri Risma Harini. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top