10 Titik Rawan Kecelakaan di Puncak

BOGOR-KITA.com – Kecelakaan lalu lintas di Jalur Puncak, Cisarua dan Megamendung seolah tak pernah habis cerita. Yang terbaru, tentunya saja kecelakaan yang menewaskan 5 orang (3 aktivis hak azasi manusia (HAM) dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM (PBHI), 1 pengendara motor dan 1 sopir truk) di Jalan Raya Gadog, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Sabtu (15/11) dinihari.

Dalam catatan PAKAR, hampir setiap bulan ada saja kecelakaan di jalur Puncak yang menanjak dan menurun  disertai tikungan tajam itu. Beberaa kecelakaan menelan cukup banyak korban jiwa.

Tahun 2012 saja, Kepolisian Resor (Polres) Bogor mencatat telah terjadi 532 kecelakaan di wilayah itu, di mana 299 orang tewas, 289 luka berat, 236 luka ringan. Polres Bogor juga mencatat kerugian materi yang disebabkan oleh kecelakaan tersebut mencapai sebesar Rp 2,6 miliar. Angka ini meningkat tajam, jika dibandingkan tahun 2011,  di mana jumlah kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 390 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 179 orang, luka berat 251 orang, luka ringan 292 orang dan kerugian materi sebesar Rp2,9 miliar.

Pantauan PAKAR, jalur Puncak setidaknya memiliki 10 titik yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Sepuluh titik itu meliputi kawasan Ciawi, Gadog, tanjakan Selarong, Pasar Cisarua, Hotel Parama, Riung Gunung, Gunung Mas, Cibogo, Rimba dan Sinar Alam.

"Jalur Puncak memang rawan kecelakaan. Kondisi tersebut diperparah dengan jumlah rambu-rambu jalan yang sangat minim. Baik rambu penerangan jalan maupun rambu-rambu peringatan," ujar Sugianto (51) warga asli Cisarua kepada PAKAR, Minggu (16/11).

Ia mengatakan, pihaknya sudah sering mengusulkan penambahan rambu-rambu lalin di jalur tersebut. Namun, sampai saat ini, belum ada penambahan rambu-rambu lalin.

Terkait kecelakaan yang menimpa aktivis HAM, Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Bramanstyo mengatakan, kecelakaan maut melibatkan empat kendaraan. Tiga korban adalah penumpang mobil Honda Jazz, 1 sopir truk dan satu pengendara motor. Nama-nama korban adalah Dede Wawan, pengemudi truk, Riki penumpang Jazz, Guntur Silo Siregar, pengemudi Jazz, Robby Sirat, penumpang Jazz, dan Sohin pengendara sepeda motor.

Bramastyo menjelaskan, kejadian bermula saat truk pengangkut besi nomor polisi B 9301 VQA  yang dikemudikan Dede Wawan melaju kencang dari arah Puncak menuju Bogor.

Saat melintasi jalan menurun dan berbelok tajam menjelang Jembatan Gadog, sopir tidak bisa mengendalikan truknya dan masuk ke jalur berlawanan dan menyerempet Toyota Avanza. Kemudian truk menabrak bagian depan Honda Jazz yang ada dibelakang Avanza dan sebuah sepeda motor.

Kerasnya benturan menyebabkan Honda Jazz yang dikemudikan Guntur Silo Siregar terseret beberapa meter. Truk baru berhenti setelah menabrak warung kelontong. Posisi akhirnya ketiga kendaraan itu menyangkut di besi pembatas. Sugeng Teguh Santoso yang ikut mendirikan PBHI bersama sejumlah aktivis HAM, seperti Handardi, Mulyana W Kusuma (almarhum) dan lainnya menyatakan berduka mendalam atas kecelakaan yang dialami calon anggota PBHI itu.

Kecelakaan di Puncak

1. Jumat (10/2/2012)

Kecelakaan Bus Karunia Bakti di Cisarua, 13 tewas. Bus Karunia Bakti terjun dari jalanan ke sebuah vila yang berada di bawah jalan di kawasan Cisarua, Bogor, Jumat (10/2/2012). Bus Karunia Bakti yang akan menuju ke Jakarta terjun setelah menabrak Bus Doa Ibu dari arah berlawanan. Sebanyak 13 orang tewas dan 40 orang mengalami luka dalam kecelakaan yang melibatkan 2 bus, 7 mobil, dan 5 motor di jalur Puncak ini.

2. Sabtu (23/2/2013)

Kecelakaan Truk Tronton di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, 16 tewas. Kecelakaan maut truk tronton di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, Kampung Babakan, Gombong, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Km 12 Patok 2, Jawa Barat, terjadi Sabtu (23/2/2013), diduga akibat rem truk blong. Sopir yang panik lalu membanting setir ke arah kanan dan menabrak angkot yang berpenumpang sekitar 12 orang dan menabrak sekitar 6 motor. Motor terseret dan hancur semua, 16 orang meninggal.

3. Rabu (27/2/2013)

Kecelakaan Bus Pariwisata Mustika Mega Utama di Ciloto, 17 tewas. Bus Pariwisata Mustika Mega Utama menabrak tebing/tikungan turangga di kawasan Ciloto, Cianjur Rabu (27/2/2013). Sebanyak 17 penumpang tewas dalam kecelakaan yang diga karena sopir lalai.

4. Kamis (22/8/2013)

Bus Giri Indah terjun ke jurang di lokasi Jalur Puncak KM 81. Belasan penumpang warga Jakarta dan dua warga Puncak tewas tertabrak.

6. Sabtu (15/11/2014)

Kecelakaan maut yang melibatkan empat kendaraan terjadi  di Jembatan Gadog, Jalan Raya Puncak-Gadog, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/11/2014) dinihari sekitar pukul 01.30. Dalam kejadian tersebut, 5 orang tewas di lokasi kejadian dan dua orang lagi mengalami luka berat. Seluruh korban tewas dan luka dilarikan ke RSUD Ciawi. [] Harian PAKAR/Admin

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *