Sejumlah Pelaku Usaha di Puncak Tutup Usaha
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sejumlah pelaku usaha di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, menghentikan operasional usahanya dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diduga berkaitan dengan menurunnya jumlah pengunjung.
Di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, beberapa usaha dilaporkan tutup karena sepinya pembeli. Pelaku usaha menilai biaya operasional tidak lagi sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.
Kepala Desa Cipayung, Cacu Budiawan, mengatakan kondisi ekonomi berdampak pada usaha penunjang pariwisata di wilayahnya.
“Di Desa Cipayung tercatat ada tiga pelaku usaha yang menutup usahanya, yaitu Kedai Sunda, Warung Mitoha, dan Hotel Puri Avia,” ujar Cacu, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, usaha-usaha tersebut tidak mampu menutup biaya operasional akibat minimnya pengunjung. Setelah berhenti beroperasi, pelaku usaha juga masih menghadapi kewajiban pembayaran utang kepada perbankan.
Penutupan usaha tersebut, lanjut Cacu, berdampak pada tenaga kerja di sekitar lokasi. Sejumlah warga kehilangan pekerjaan akibat kondisi tersebut.
Selain itu, Pemerintah Desa Cipayung juga merasakan dampaknya. Penurunan tingkat hunian hotel dan kunjungan ke restoran berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah.
“Penurunan aktivitas hotel dan restoran berdampak pada bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah (BHPRD) yang diterima desa,” katanya.
Cacu berharap pemerintah daerah hingga pusat dapat mengambil langkah untuk membantu pemulihan sektor usaha di kawasan tersebut.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menyatakan tingkat hunian hotel mengalami penurunan sejak 2025, terutama dari sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions).
“Sektor MICE selama ini berkontribusi terhadap operasional hotel. Jika hanya mengandalkan kunjungan akhir pekan, pendapatan belum mencukupi,” ujarnya. [] Danu
