Nasional

Indocement Catat Pertumbuhan Laba Kuartal I 2026 di Tengah Tekanan Pasar

JAKARTA — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. mencatat pertumbuhan laba pada Kuartal I 2026 di tengah tantangan pasar semen domestik dan kenaikan biaya energi.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp215,2 miliar, naik 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan pendapatan keuangan serta kontribusi dari entitas asosiasi.

Sepanjang Kuartal I 2026, volume penjualan semen dan klinker Indocement mencapai 4,44 juta ton atau meningkat 1,8% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 239,0%, meskipun volume domestik turun 2,3%.

Di sisi pendapatan, Indocement mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp3,84 triliun, turun 3,3% dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini sejalan dengan turunnya beban pokok pendapatan sebesar 3,9%, sehingga menghasilkan laba bruto Rp1,10 triliun dengan margin 28,6%.

Baca juga  BPJS Kesehatan Wujudkan Transformasi Mutu Layanan JKN

Beban usaha tercatat meningkat 3,0% menjadi Rp872,5 miliar, terutama akibat kenaikan biaya distribusi dan transportasi. Meski demikian, perseroan masih mampu mencatat margin laba usaha sebesar 6,2% dan EBITDA 17,0%.

Dari sisi neraca, Indocement mempertahankan posisi keuangan yang solid dengan kas dan setara kas sebesar Rp5,1 triliun per 31 Maret 2026.

Secara industri, pasar semen domestik tumbuh 4,6% pada Kuartal I 2026, didorong oleh segmen semen kantong yang naik 6,7%, sementara segmen curah turun 0,7%. Namun, volume penjualan domestik Indocement justru turun 2,6%, dengan pangsa pasar tercatat sebesar 28,0%.

Untuk menjaga nilai bagi pemegang saham, perseroan telah menyelesaikan tahap ketiga program pembelian kembali saham dengan total 66,24 juta saham senilai Rp437 miliar. Indocement juga berencana melanjutkan program buyback hingga Rp750 miliar untuk periode 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027.

Baca juga  Indonesia Kirim Peserta ke Kompetisi Pengajian Alquran Internasional XXII di Moskow

Selain itu, perusahaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 21 Mei 2026 untuk mengusulkan pembatalan sebagian saham treasuri sebagai pengurangan modal.

Dalam upaya memperkuat rantai pasok, Indocement membentuk usaha patungan dengan Mondi Industrial Bags GmbH, bagian dari Mondi Group. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan kantong semen, dengan kepemilikan 40% oleh Indocement dan 60% oleh mitra, serta berlokasi di kompleks pabrik Citeureup.

Ke depan, industri semen masih menghadapi tekanan akibat kelebihan kapasitas dan potensi kenaikan biaya energi yang dipicu ketegangan geopolitik global. Kondisi ini diperkirakan dapat menekan daya beli dan memperlambat realisasi proyek baru, sehingga pelaku industri dituntut meningkatkan efisiensi operasional serta optimalisasi distribusi. [] Hari

Baca juga  Neta: Sebelum Jalankan Program Tenggelamkan Kapal, Susi Ungsikan Keluarga ke Luar Negeri
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top