TGB di Bogor Jumat (8/2/22019).

TGB Silaturahmi dan Konsilidasi dengan Masyarakat Jawa Barat

BOGOR-KITA.com – Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menyatakan akan terus melakukan silaturahmi serta konsolidasi dengan masyarakat di Jawa Barat. Hal itu dikemukakan TGB seusai menjadi Khatib Jumat di masjid raya Kota Bogor, Jumat (8/2/2019).

TGB mengatakan, tugasnya di Jawa Barat ingin membangun suasana pra dan pasca perhelatan demokrasi agar masyarakat tetap kokoh dan solid, tidak terpecah belah karena perbedaan pilihan politik dan cara pandang.

“Persoalan politik itu hak azasi masing masing yang penting tidak saling menghujat dan fitnah. Mari kita sama sama menjalankan perhelatan politik ini dengan santun dan benar,” ajaknya.

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat bahwa kenapa harus ada 2 periode, karena masih banyak pembangunan belum tuntas. Contohnya di Jawa Barat khususnya Bogor terkait pembangunan Jalan Tol Bocimi, itu pembangunan belum seutuhnya dan harus disambung hingga tuntas. Itu alasan obyektif bahwa memang kepemimpinan itu harus dilanjutkan dan masyarakat harus obyektif melihat hasil pekerjaan pemimpin negeri ini.

“Masyarakat di Jawa Barat sangat rasional dan obyektif, melihat situasi kondisi yang nyata. Kepemimpinan untuk kedua periode ini sangat penting, agar seluruh perencanaan perencanaan strategis memajukan tanah air bisa terwujud,” ungkap TGB.

Dalam kesempatan itu, TGB mengatakan terus bersilaturahmi di Jawa Barat yang memiliki wilayah luas dengan beragamnya masyarakat.

“Silaturahmi saja seperti yang saya lakukan hari ini. Saya mengajak kepada masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas, obyektif dan santun. Benar dalam memilih pemimpin,” ucapnya.

TGB juga menambahkan bahwa keseimbangan itu sangat penting dimiliki oleh seluruh warga. Menjelang pilpres ini banyak sekali fitnah dan hoax serta isu isu yang membuat goyah persatuan dan kesatuan bangsa maupun persaudaraan.

“Saya menyampaikan substansi tentang keseimbangan dalam berbagai hal dab menjalankan semua fungsi tugas kita secara proporsional dan obyektif. Dimaknakan bahwa dalam suasana apapun termasuk dalam perhelatan demokrasi seperti pilpres dan pileg, harus tetap menjaga keseimbangan dan sehat, tidak diisi dengan hujatan atau kebencian,” kata TGB. [] Fadil



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *