Sejumlah Akses Masih Sulit Terhubung, Jembatan hingga Jalan Retak Dompet Dhuafa Evakuasi Ibu Hamil
BOGOR-KITA.com, FLORES, NTT–Hampir sepekan berlalu pascagempa bumi yang meluluhlantakkan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut mengguncang dengan kekuatan magnitudo 7,7. Meski begitu, hingga Kamis (20/8/2026), para penyintas gempa NTT belum merasakan ketenangan. Pasalnya, mereka masih merasakan ribuan gempa susulan dalam lima hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa susulan bermagnitudo 5,8 kembali mengguncang Pulau Flores. Guncangan ini cukup terasa oleh warga setempat.
Dompet Dhuafa, melalui Tim Respons Kesehatan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), turut bergerak merespons kejadian ini. Bersama tim SAR gabungan, mereka berhasil mengevakuasi seorang ibu hamil di wilayah Manggarai Timur, NTT. Ibu tersebut sempat tertimpa reruntuhan akibat gempa susulan yang terjadi.
Evakuasi berlangsung dramatis. Tim harus melewati Jembatan Maki yang kondisinya retak dan runtuh akibat gempa. Jembatan ini menjadi akses penghubung Desa Satar Kampas dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara.
Berkat kerja sama relawan dan warga sekitar, evakuasi berjalan lancar. Ibu hamil tersebut dibawa menuju Posko Kesehatan Damer untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Meski jembatan terputus dan akses menjadi sulit, semangat relawan menyelamatkan warga tidak surut. Tim SAR gabungan bersama masyarakat saling bahu-membahu mengevakuasi ibu hamil, hingga ia dapat melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Damer.
“Saat ini tim kami sedang melakukan evakuasi terhadap ibu hamil yang tadi terkena reruntuhan gempa susulan. Akses jalan yang kami lalui sudah retak, sehingga ibu ini harus ditandu untuk menyeberangi jembatan. Tujuannya agar bisa sampai ke Puskesmas Damer dan mendapat perawatan lebih intensif dibanding Pos Medis yang ada di pengungsian,” ujar Amanda Putri, Tim Respons Kesehatan LKC Dompet Dhuafa.
