Kab. Bogor

Pengerjaan Jembatan Paranje di Rumpin, Molor

Proyek pembangunan Jembatan Paranje di Kecamatan Rumpin

BOGOR-KITA.com, RUMPIN –  Pengerjaan proyek pembangunan dan peningkatan jalan Leuwiliang – Kampung Sawah dan jembatan Paranje di wilayah Kecamatan Rumpin, molor. Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan wilayah Leuwiliang, Zaitun Nur Azizah mengatakan akan ada sanksi kepada penyedia jasa.

Proyek peningkatan jalan dan jembatan Paranje dimenangkan oleh PT. Citra Mutiara Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp13,8 miliar lebih. Sementara untuk konsultan pengawas proyek adalah PT. Dimensi Ronakon. Proyek tender pada Dinas PUPR ini, sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dimulai pada tanggal 10 September 2020 dengan masa kerja selama 104 hari kalender.

Molornya penyelesaian proyek jalan dan jembatan tersebut jadi sorotan publik.

Baca juga  Kemenkes Catat 132.000 Nakes Telah Divaksin Covid-19

“Jalan dan jembatan tersebut merupakan sarana infrastruktur strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam melakukan aktifitas sehari – hari,” kata Badrudin, Koordinator Wilayah Bogor Raya Lembaga Sosial Masyarakat Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (LSM Gempur).

“Dinas PUPR dan penyedia jasa harus bertanggung jawab dan menjelaskan terjadinya keterlambatan pembangunan proyek jalan dan Jembatan Paranje tersebut,” katanya lagi.

Dikonfirmasi, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan wilayah Leuwiliang, Zaitun Nur Azizah menjelaskan, pihak PUPR hanya memiliki kewenangan dalam pengawasan pelaksanaan kegiatan proyek tersebut.

Dia menegaskan telah menegur dan meminta pihak konsultan pengawas dan penyedia jasa proyek untuk lebih cepat dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Nur, sapaan nya menambahkan, pihaknya juga sudah mengadakan rapat evaluasi bersama dengan PPK, Konsultan Pengawas dan penyedia jasa serta pihak terkait lainnya terkait keterlambatan penyelesaian proyek tersebut.

Baca juga  Lapas Khusus Gunungsindur Gelar Baksos Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57

“Keterlambatan dipicu faktor cuaca, hujan yang menyebabkan longsor. Saat ini tinggal pengerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT). Intinya, akan ada sanksi denda keterlambatan sesuai dengan adendum yang telah dibuat di mana pihak penyedia jasa sebelumnya telah berjanji, akan menyelesaikan pekerjaan pada pertengahan Januari ini,” katanya, Rabu (6/1/2021).

Camat Rumpin, Rusliandi berharap pihak penyedia jasa dapat segera menyelesaikan pekerjaan sesuai janjinya.

Rusliandi mengatakan, sesuai batas kewenangan yang dimiliki, pihaknya terus ikut mendorong dan mengawasi agar kegiatan proyek tersebut berjalan lancar dan cepat selesai.

“Karena pembangunan jalan dan jembatan Paranje ini tentunya untuk memperlancar aktifitas warga dan peningkatan roda ekonomi masyarakat,” tukas Rusliandi. [] Fahry

Baca juga  Pusat Isolasi Covid-19 Kabupaten Bogor
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top