Kab. Bogor

TBM Lentera Pustaka: Teruslah Membaca Sekalipun Pandemi Covid-19

TBM Lentera Pustaka di Desa Sukaluyu, Tamansari, Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com, SUKALUYU – Di tengah pandemi covid-19, budaya baca harus terus ditegakkan. Bahkan masa pandemi, harus jadi momentum untuk meningkatkan minat baca anak. Apalagi saat sekolah dan kegiatan belajar dilakukan dari rumah atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Karena saat ini, setiap anak punya waktu lebih luang untuk membaca. Bila perlu budaya baca dapat dijadikan alternatif untuk mengusi rasa bosan di rumah.

Hal ini dikemukakan Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka, melalui Whatsapp Rabu (6/1/2021).

Membaca buku bukan hanya untuk menambah ilmu pengetahuan, namun dapat pula dijadikan media untuk memperkuat karakter anak melalui buku-buku bacaan akhlak dan motivasi.

Baca juga  Serap Dana Kemenkeraf, Sekda Burhanudin Minta SKPD Selesaikan Dokumen

“Suka tidak suka, pandemi Covid-19 telah memengaruhi psikologis anak. Untuk itu, buku-buku bacaan yang berbasis pengauat karakater anak perlu diperbanyak. Agar anak dapat menerima realitas yang terjadi, di samping tetap berkegiatan positif di rumah,” kata Syarifudin Yunus.

Sebagai bagian menegakkan budaya baca itulah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM ) Lentera Pustaka yang terletak di Kaki Gunung Salak Bogor secara konsisten menjalankan program “jam baca” di taman bacaan. Tiga kali seminggu (Rabu-Jumat-Minggu), sekitar 111 anak pembaca aktif yang berasal dari 3 desa (Sukaluyu-Tamansari-Sinarwangi) secara rutin membaca buku. “Bahkan kini, setiap anak rata-rata mampu membaca 5-8 buku per minggu,” katanya lagi.

Sebagai taman bacaan resmi satu-satunya di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, TBM Lentera Pustaka sangat peduli terhadap tradisi baca dan budaya literasi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Baca juga  Peringati Harkitnas, 54 Pendaki Jabar Kibarkan Merah Putih di Puncak Ciremai

“Karena itu, orang tua maupun komunitas organisasi patut ikut aktif dalam menggalakkan kampanye baca buku sebagai momen untuk mengembalikan anak-anak ke buku bacaan, bukan ke gawai, gim online atau televisi,” kata Syarifudin Yunus.  [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top