Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menyampaikan welcome speech di acara Bandung Creative Movement 2018 di El-Royale Hotel, Jalan Merdeka Kota Bandung, Senin (12/11/2018).

Pemprov Jabar Akan Dirikan Pusat Ekonomi Kreatif di Seluruh Kabupaten Kota

BOGOR-KITA.com – Pemprov Jabar tak kunjung berhenti berinovasi. Berbagai pembaharuan terus dilakukan sejak Ridwan Kamil dan  Uu Ruzhanul Ulum dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur jabar 5 September 2018, sudah cukup banyak yang dilakukan.  Misalnya deklarasi Jabar sebagai provinsi digital, petani jual produk sendiri melalui aplikasi dan lain sebagainya.  Pada Senin (12/11/2018), Pemprov Jabar menyatakan akan akan mendirikan pusat ekonomi kreatif di 27 kabupaten/kota. Hal ini sebagai bentuk komitmen dan tekad Jawa Barat akan menjadikan ekonomi kreatif sebagai potensi ekonomi unggulan di Jabar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan hal tersebut saat memberikan welcome speech di acara Bandung Creative Movement 2018 di El-Royale Hotel, Jalan Merdeka Kota Bandung, Senin (12/11/2018).

Komitmen ini menjadi bagian dari kerjasama pengembangan ekonomi kreatif yang telah dilakukan antara Pemda Provinsi Jawa Barat bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Kepala Bekraf Triawan Munaf beberapa waktu laku di Bali.

Baca juga  Cekungan Bandung Dikelola Seperti Portland Oregon

“Oleh karena itu, dalam kebijakan anggaran kita sudah disiapkan kepada kaum milenial, teman-teman sekalian di 27 kabupaten/kota sudah disiapkan tempat-tempat untuk bagaimana berkolaborasi, berinovasi kaula muda untuk meningkatkan ilmunya, usahanya maupun network-nya,” kata Iwa.

Selain itu, melalui kerjasama tersebut Jawa Barat juga akan menjadi salah satu daerah penyokong pengembangan ekonomi keatif untuk seluruh warganya.

Iwa menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meyakini dan bertekad bahwa ekonomi kreatif akan menjadi unggulan Jawa Barat di masa depan. Keseriusan dan fokus Jawa Barat terhadap ekonomi kreatif tercermin dengan diterbitkannya Perda Provinsi Jabar Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Perda Provinsi Jabar Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual.

Bandung Creative Movement 2018 menggelar konferensi internasional di bidang industri kreatif yang digagas oleh Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom. Konferensi yang digelar untuk kelima kalinya ini mengambil Tema: “Design Flux of Industrial Revolution 4.0 Humanize Digital Ecosystem” dengan narasumber para pelaku industri kreatif baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga  Update Corona di Jabar 2 April: Positif Bertambah 12 Jadi 220

Narasumber yang hadir seperti Joddy Hernady (Senior Vice President of Media and Digital Business Department PT Telkom Indonesia), Alejandro Moreno (Human-Cimputer Interaction, Entertainment Computing and Apllied Computer Vision Researcher Saxion Universitt, Belanda), dan Norfadillah K (Interactivity, Design, and Humanity Researcher Faculty Art and Design, Universiti Teknologi Mara, Malaysia).

Selain itu , ada pula Sheng Hung Lee (Designer, Maker, and Associate Professor at Fudan University Shanghai Institute of Visual Art), Melanie Martini (Culture and Heritage Observer Director of IFI Bandung), dan Sarah Anais Andrieu (Anthropologist from EHESS Ecole desHautes Etudes en Sciences Sociates, Perancis). [] Admin/Humas Protokol Setda Jabar



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *