Penandatanganan kerjasama Pemkab Bogor dan IPB University untuk pengembangan smart city dan smart village, di Cibinong, Senin (11/3/2019).

Pemkab Bogor Persiapkan Infrastruktur untuk Smart City dan Smart village

BOGOR-KITA.com – Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor Dr. Sarifah Sofiah menyebut Pemkab Bogor sedang menyiapkan infrastruktur jaringan fiber optik dalam rangka persiapan program smart city dan smart village. Menurutnya tidak mungkin akan jalan program tersebut apabila tidak didukung oleh infrastruktur jaringan.

“Kita belum punya desa desa tertentu untuk realisasi smart village. Kita lebih kepada smart city secara keseluruhan. Diskominfo sedang memasang fiber optik sampai ke kecamatan dan desa. Misalnya desa mengusulkan perencanaan dan pelaporan desa sudah bisa online,” kata Sarifah kepada BOGOR-KITA.com, usai menghadiri acara Kuliah Umum di aula Mashudi Gedung FISIB, Universitas Pakuan Bogor, Kamis (10/10/2019).

“Kita gak mungkin membangun smart village kalau infrastrukturnya belum disiapkan. Maka dalam perencanaan dan pelaporan di setiap desa itu sudah bisa online melalui Sistem Informasi Desa (SID) kalau jaringan fiber optik sudah masuk desa,” katanya.

Ia menambahkan, pihak PSP3 IPB University sudah memaparkan konsep smart village kepada DPMD.

“Pak Sofjan Syaf itu punya konsep, intinya di satu desa, dia pakai drone dan system, dia bisa melihat potensi desa, data desa, tingkat konsumsi desa. Konsepnya sudah ada. Kita mengarah ke situ,” terangnya.

Menurutnya program ini melibatkan lintas dinas, karena smart city harus memenuhi enam item.

“Smart city dan smart village ada enam item. Ada smart environment, smart community, smart economy, Smart goverment, smart living, smart mobility,” jelasnya.

Dikonfirmasi BOGOR-KITA.com, Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3 ) IPB University , Dr. Sofjan Syaf mengatakan Infrastruktur sangat penting dan wajib ada.

“Sebab ini (infrastruktur) merupakan supporting utama untuk smart village,” kata pria yang juga menjadi Kepala Tim TJSL Kabupaten Bogor.

“Kami menawarkan konsep penguatan kapasitas aparatur desa dan penerapan Drone Participatory Mapping (DPM). DPM ini bertujuan menghasilkan data desa presisi. Kurang lebih ada 15 tematik data, Antara lain: kependudukan, pendidikan, land use, kesehatan, ekonomi, sampah, dll,” terang Sofjan.

Ia menambahkan di dalam smart village, ada 5 komponen utama: brainware, dataware, hardware, netware, dan software.

“Melalui sekolah pemerintahan desa, kita menyelesaikan prasyarat utama smart village, yaitu brainware dan dataware. Selanjutnya 3 komponen lainnya,” jelasnya. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *