Ilustrasi: Inilah truk pengangkut material tambang yang melintas di tiga kecamatan yakni Kecamatan Rumpin, Gunungsindur dan Parungpanjang.

Pemkab Bogor Berharap Ridwan Kamil Penuhi Janji Bangun Jalan Tambang

BOGOR-KITA.com – Tidak adanya alokasi anggaran di RAPBD Jabar 2019 untuk membangun jalan khusus truk tambang di wilayah Kecamatan Rumpin, Gunungsindur dan Parungpanjang tidak hanya menjadi pergunjingan di kalangan masyarakat, tetapi juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pamkab) Bogor.

Tidak kurang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah dan Bupati Bogor Nurhayanti ikut mengeluarkan pernyataan.

Di kalangan masyarakat, terutama warga yang kediamannya berada di jalur yang selama ini dilalui truk tambang di wilayah Kecamatan Rumpin, Gunungsindur dan Parungpanjang menyatakan kecewa karena Ridwan kamil sebelumnya sudah berjanji akan membangun jalan khusus itu. Ridwan Kamil bahkan disebut PHP (pembawa harapaj palsu).

Sementara Pemkab Bogor berharap Ridwan Kamil tetap membangun jalan khusus itu.

“Mudah-mudahan sesuai janjinya. Sangat berharap, terutama jalan tambang. Mudah-mudahan dimulai tahun depan,” kata Syarifah Sofiah kepada wartawan seusai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (25/11/2018).

Syarifah Sofiah mengakui Pemkab Bogor memang tidak pernah mengajukan pembangunan jalan khusus truk tambang dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat. Mungkin karena itu Pemprov tidak memasukkannya dalam RAPBD 2019 Jabar.

Tetapi tidak adanya ajuan itu, menurut Syarifah Sofiah karena Pemkab Bogor tidak pernah menerima informasi soal pola pembangunan yang digunakan Pemprov Jabar. Bahkan, desain pun belum ditentukan.

Selain itu, “Enggak diminta juga. Gimana mau mengajukan. Kan desain pemprov yang membuat,” kata Syarifah.

Kendati demikian, Pemkab Bogor tetap optimis Pemprov Jabar akan merealisasikan jalan tambang di wilayah Kecamatan Rumpin, Gunungsindur dan Parungpanjang itu. Sebab, itu menjadi salah satu program infrastruktur prioritas di era Gubernur Ridwan Kamil.

Syarifah berharap Pemprov Jabar mulai merealisasikan pembangunan jalan tambang tersebut tahun depan. Menurutnya, jalan tambang dan pembangunan Terminal Parung, menjadi dua dari sembilan program infrastruktur prioritas Jawa Barat.

Di tempat sama Bupati Bogor Nurhayanti menyarankan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajukan pembangunan jalan tambang tersebut melalui anggaran pembangunan APBN.

“Kan enggak harus pakai APBD. Bisa pakai APBN juga, tinggal kita ajukan. Yang penting komitmen Pak Ridwan Kamil masih sama. Meski tidak dianggarkan 2019, mungkin di 2020 bisa dianggarkan,” kata Nurhayanti.

Sebelumnya Nurhayanti  ‘angkat tangan’ ketika rencana pembangunan Jalur Tambang di wilayah Utara Kabupaten Bogor yang digembar-gembor Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tak masuk dalam pembahasan APBD 2019 Jawa Barat.

“Ya tanya ke Pemprov (Jabar) dong. Gak mungkin (membangun) kita mah,” kata Nurhayanti.

Namun Nurhayanti mengklaim Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengusahakan agar rencana pembangunan Jalur Tambang yang melintasi tiga kecamatan yakni Kecamatan Parungpanjang, Gunung Sindur dan Kecamatam Rumpin dapat terwujud.

“Saya sudah berkirim surat ke sana (Pemprov Jawa Barat),” tegas Nurhayanti. []Admin/PKR



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *