Kab. Bogor

Pedagang Keliling Waspada, Aksi Penipuan Modus Mengaku Aparat

Ilustrasi

BOGOR-KITA.com, KEMANG – Berbagai cara dilakukan oleh para pelaku kejahatan untuk mendapatkan uang dari sasaran atau korbannya. Bahkan berbagai modus dibuat penipu agar korban ketakutan dan menyerahkan uang.

Seperti yang dialami oleh Awit (55) seorang warga Desa Pondok Udik Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor yang baru saja mengalami sebuah upaya penipuan oleh salah seorang yang tidak dikenalnya.

“Kejadiannya saat itu saya seperti biasa sedang keliling jualan ayam ungkep di wilayah Cinanggu Jalan Soleh Iskandar. Saya pakai sepeda motor, tiba – tiba ada motor ngejar dan nyetop saya di jalan masuk ke komplek perumahan,” ungkap Awit dengan logat khas Sunda nya.

Selanjutnya, pria tak dikenalnya itu langsung membentak – bentak dan menanyakan kartu Identitas (KTP). Pria dengan memakai helm serta masker penutup mulut tersebut mengaku sebagai aparat berwajib.

Baca juga  PN Bogor Tunda Praperadilan Menggugat SP3

“Lalu dia periksa dagangan saya, geledah tubuh dan minta dompet dan tas pinggang. Tapi karena di tas dan dompet tidak ada uang, dia langsung pergi. Saya sempat adu mulut dan minta identitas dia, namun dia pergi begitu saja,” papar Awit.

Hampir serupa, Mustopa, seorang pedagang buah keliling yang biasa berjualan menggunakan sepeda motor di sekitar jalan Salabenda Kemang dan Kayunanis, mengaku pernah alami hal yang sama.

“Saya waktu itu diperiksa sama orang yang ngaku petugas. Serasa di hipnotis, saya ikutin aja semua permintaanya. Uang saya 400 ribu akhirnya dibawa pelaku,” tuturnya.

Pengamat sosial dan pendidikan dari Skoba Institute, E. Swandana yang dimintai pendapatnya terkait hal ini meminta masyarakat tetap selalu waspada serta berani untuk berdebat dan tidak mudah percaya pada pengakuan orang yang tidak dikenal apalagi di jalanan.

Baca juga  Ibu Muda Kena Tipu Kredit Online, Lapor Polsek Tamansari, Diarahkan ke Polres Bogor

“Modus penipuan dan kejahatan selalu berkembang. Baik caranya maupun tindakannya. Saya harap warga masyarakat harus berani dan jangan mudah percaya kepada orang tidak dikenal. Jangan mau di takut – takuti apalagi menyerahkan barang, uang atau apapun,” imbau Swandana.[] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top