Waspada MK

Menyiapkan dan Menjaga Anak Dalam Tatanan Normal Baru

Oleh: Waspada MK

Dosen dan Kepala Program PG PAUD UNUSIA Jakarta

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kita akan segera masuk tatanan normal baru atau new normal di tengah pandemi Covid -19.

Dengan dimulainya new normal, mungkin kita sedikit lega karena aktivitas akan dimulai lagi dengan protokol kesehatan ketat. Roda ekonomi akan menggeliat lagi.

Bagaimana dengan dunia pendidikan? Kita tunggu kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama Republik Indonesia, akankah new normal juga akan segera diberlakukan untuk dunia pendidikan, dalam arti anak –anak kembali belajar di sekolah di pondok pesantren?

Terlepas dari itu semua mari kita fokus kepada anak – anak ketika memasuki era new normal ini. Jujur penulis sangat khawatir terhadap kesehatan dan keselamatan anak–anak  ketika new normal diberlakukan. Ketika new normal ini benar – benar sudah diberlakukan secara menyeluruh termasuk dunia pendidikan, maka ini harus menjadi perhatian dan tanggungjawab bersama, orangtua, keluarga, guru, masyarakat dan juga pemerintah. Mengapa? faktanya anak yang menjadi korban pandemi Covid – 19 cukup tinggi.

Seperti dilansir detikhealth, berdasarkan deteksi mandiri yang dilakukan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)  hingga 18 Mei 2020 data menunjukkan;  Pasien Dalam Pengawasan (PDP) usia anak sebanyak 3.324 kasus, Anak berstatus  PDP meninggal 129 kasus,  Anak terkonfirmasi positif Covid-19 584 kasus, anak meninggal karena Covid -19, 14 kasus. Temuan tersebut menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat Covid -19 di Indonesia tinggi dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19 atau hanya akan menderita sakit  ringan saja.

Memperhatikan temuan dan fakta tersebut, seyogyanya mulai saat ini kita harus berfikir secara serius untuk menyiapkan langkah – langkah strategis agar – agar anak –anak termasuk Anak Usia Dini (AUD) benar – benar terlindungi dari paparan Covid-19 ini jika pada suatu saat new normal diberlakukan. Kita bisa bayangkan ketika new normal ( kehidupan normal baru ) benar – benar diberlakukan secara menyeluruh termasuk dunia pendidikan, maka akan ada puluhan juta (sekitar 80 jutaan) anak Indonesia harus beradaptasi / hidup berdampingan dengan covid -19 yang penuh risiko. Tentu kita semua berharap seluruh anak –anak Indonesia memiliki  imunitas tubuh / daya tahan tubuh yang prima dan kuat, sehingga jika terpapar covid-19 hanya berdampak sakit ringan, tapi siapa yang berani menjamin, bahwa semua anak Indonesia memiliki kekebalan tubuh yang sempurna dan kuat?. Sementara anak belum siap atau tidak siap berperilaku sehat atau menerapkan gaya hidup sehat (GHS) sebagaimana orang dewasa, yang selalu siap mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, olahraga, mengkonsumsi vitamin, olahraga dan lain-lain. Dunia anak tidak seperti dunia orang dewasa, terkadang anak lalai tidak mengenakan masker, tidak mencuci tangan, tidak mau menjaga jarak, apalagi di sekolah – sekolah dengan murid / siswa yang begitu padat, juga pondok pesantren dengan santri ribuan.

Demi kepentingan terbaik bagi anak, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak menyongsong diberlakukannya new normal tentu kita sangat berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, segera menerbitkan kebijakan / aturan bagaimana pelaksanaan pendidikan di era new normal sehingga anak –anak benar – benar terlindungi dari paparan Covid -19. Diluar itu kita sebagai orang tua, guru, dan juga lembaga pendidikan baik sekolah umum maupun pondok pesantren harus bersiap diri dari saat ini untuk menyambut santri – santri kita / anak – anak kita kembali ke pondok pesantren / sekolah dengan kehidupan normal baru (new normal) dengan mempersiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan baik dirumah maupun di sekolah.

Semoga kita semua sudah siap dengan new normal yang akan segera diberlakukan, kita siapkan mental kita, kita siapkan jiwa raga kita juga kita siapkan sarana dan prasarana kita dalam rangka menjaga anak –anak kita agar terus terlindungi dari paparan Covid -19 agar tetap sehat ceria, dan menjaga kesehatan seluruh masyakarat Indonesia, serta dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia. Insya Allah, jika sudah persiapkan segalanya dari saat ini, kapanpun new normal diberlakukan,  anak – anak kita, anak – anak Indonesia akan tetap terjaga, selalu sehat dan ceria. Mari bersama –sama kita sambut new normal ini dengan mendukung dan melaksanakan program – program pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, agar anak –anak Indonesia tetap sehat, agar seluruh masyarakat Indonesia tetap sehat, agar bangsa dan negara Indonesia  segara bangkit dan kita sambut masa depan bangsa dan negara Indonesia yang gemilang. Salam sehat untuk  anak – anak Indonesia, salam sehat untuk Indonesia Raya.[]



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *