Kab. Bogor

Masih Tolak Tes Swab, Pemkab Bogor Ancam Tutup Lagi Pasar Cileungsi

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor mengancam akan menutup kembali operasional Pasar Cileungsi apabila para pedagang masih melakukan penolakan mengikuti rapid test maupun tes swab corona.
Penegasan ini disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin saat diwawancara langsung oleh Tv One, Kamis (11/6/2020) petang.

Seperti diketahui, Pemkab Bogor sempat menutup operasional Pasar Cileungsi pada tanggal 31 Mei 2020 sampai 4 Juni 2020 usai beberapa pedagang di pasar tradisional tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19. Pemkab Bogor kembali membuka Pasar Cileungsi pada 5 Juni 2020 usai melakukan sterilisasi pasar.

Kemudian, petugas dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor kembali akan melakukan rapid test dan swab tes covid-19 di Pasar Cileungsi pada Rabu (10/6/2020) namun mendapat penolakan.

Baca juga  Pemkab Bogor Targetkan Tekan Kemiskinan Hingga 6,38 %

Ade Yasin mengemukakan, rapid test dan tes swab ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Bogor terhadap para pedagang.

“Tes swab ini dilakukan secara gratis karena kalau biaya sendiri mahal, ini bukti sayang kita kepada masyarakat. Kita tidak ingin ada pasien positif lain,” kata Ade Yasin.

Ini dilakukan sebagai upaya pelacakan orang yang telah berkontak dengan pasien covid-19.

Dalam catatan BOGOR-KITA.com, sampai Selasa (9/6/2020) sebanyak 26 orang terkonfirmasi positif covid-19 dari klaster Pasar Cileungsi. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top