Bima di Mall Boxies

Mall Boxies 123 Tajur Serap Tenaga Kerja hingga Akomodir UMKM Kota Bogor

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan Mall Boxies 123 di Jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu (11/1/2020). Dalam kesempatan tersebut Bima Arya menitipkan sejumlah pesan dan masukan kepada pemilik dan pengelola pusat perbelanjaan dengan konsep wisata keluarga tersebut.

Bima Arya mengapresiasi Mall Boxies 123 Tajur yang telah memenuhi sejumlah syarat-syarat yang diminta Pemkot Bogor, mulai dari perizinan, tenaga kerja hingga mengakomodir UMKM asal Kota Bogor.

“Nomor satu mall ini telah mempekerjakan warga Kota Bogor. Tadi disampaikan ada 80 persen (warga Kota Bogor yang dipekerjakan). Nanti saya sidak, nanti saya tarik satu per satu karyawan secara acak dan dilihat KTP-nya apakah Kota Bogor atau bukan? Saya pastikan itu betul-betul 80 persen,” ungkap Bima.

Ia menambahkan, menurut data ada sekitar 70 mitra UMKM mulai dari kerajinan hingga UMKM KOta Bogor diakomodir di mall yang memiliki luas 50.000 meter persegi ini. “Terima kasih telah diakomodir tenaga kerjanya, UMKM-nya, Dekranasda-nya, kulinernya, dan saya juga senang mendengar paparan tadi sejalan dengan konsep Kota Bogor sebagai kota hijau. Saya lihat ada ruang terbuka yang cukup baik,” jelasnya.

“Dan ke depan, saya menitip satu hal yakni persoalan trafik lalu lintas agar dijaga. Karena saya yakin ini akan menjadi gula. Tetapi seperti yang saya sampaikan ketika topping off, saya sampaikan kenapa Pemkot Bogor mendukung Boxies ada di sini? Supaya tidak semua masuk ke mall yang di pusat kota. Kalau weekend penuh semua disitu. Bayangkan setiap akhir pekan ada sekitar 300-400 ribu orang masuk ke pusat kota, 10 ribu masuk ke Kebun Raya yang tidak ada tempat parkirnya. Jadi, kalau ada tujuan alternatif di pinggir, Insya Allah bisa memecah semutnya karena gulanya ada di pinggir,” tambahnya.

Lebih jauh Bima Arya membeberkan alasan dirinya harus hadir meresmikan Mall Boxies 123 itu. Menurutnya, ada banyak mimpi dan keinginan warga yang harus dituntaskan Pemkot Bogor. “Ada yang ingin rumah yang tidak layak huni, yang sumpek, dibangun oleh pemerintah. Ada warga yang ingin sekolahnya digratiskan, ada warga yang ingin jalan diperbaiki. Ada warga yang ingin PAUD, Puskesmas dan fasilitas kesehatannya itu baik. Kalau di general semuanya, mungkin Rp 10 triliun tidak akan cukup,” terang dia.

Saat ini, lanjut Bima, APBD Kota Bogor ada di angka Rp 2,5 triliun. Lantas, bagaimana Pemkot Bogor mengusahakan program-program dari harapan warga terealisasi? “Sering kali warga punya harapan, tetapi tidak terlalu paham bagaimana kami mengusahakan itu. Jadi tugas kepala daerah yaitu berpikir keras, bukan saja membelanjakan APBD, tetapi berpikir sumber uangnya itu dari mana lagi. Betul ada dari bantuan provinsi dan pusat, tetapi yang paling penting adalah bagaimana Pemkot Bogor punya penghasilan dari keringat sendiri melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tandasnya.

PAD Kota Bogor pada 2014 masih diangkat sekitar Rp 400 miliar. Tahun ini, ditargetkan mencapai Rp 1,1 triliun. “Dari mana itu? Nomor satu adalah dari pajak PBB/BPHTB sekitar 66 persen. Nomor dua adalah hotel dan restoran. Bogor tidak punya tambang seperti Kabupaten, Bogor juga tidak bisa mengeksplorasi hasil alam seperti pantai dan lain-lain. Jadi masa depan Kota Bogor adalah di jasa dan pariwisata,” katanya.

“Tetapi PBB ini gawat, PBB/BPHTB pada suatu saat nanti akan stop atau jenuh karena tidak banyak lagi orang yang jual rumah, membangun rumah dan lain sebagainya. Jadi, penghasilan dari sektor ini akan nol pada suatu saat nanti. Kalau ini sudah nol, hotel dan restorannya yang harus digenjot. Di Bogor ini ada sekitar 237 hotel, dari mulai kelas melati sampai bintang empat dan di Bogor ada sekitar 1.100 restoran, jumlah itu menyumbang 25 persen PAD. Artinya apa? Untuk mengantisipasi PBB nanti stop, kita harus mencari sumber pendapatan lain yang pada akhirnya kembali untuk kesejahteraan warga kita,” terang Bima.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wakil Ketua Dekranasda Yantie Rachim, Komisaris PT Sinar Indonesia Loka Anton Suleiman, Direktur PT Sinar Indonesia Loka Willy Widjaja, dan General Manager Mall Boxies 123 Jozarki Terunajaya.

Keunikan dari mall ini terlihat dari area terbuka, termasuk kebun binatang mini yang disebut Box Zoo. Mall ini  juga dilengkapi 10 lantai area parkir mobil indoor berkapasitas 700 unit kendaraan.

Ditambah 50 lot parkir terbuka serta lahan parkir kendaraan roda dua yang mampu menampung 500 unit.

Dijelaskan oleh Jozarki, beberapa bagian gedung ini sebetulnya merupakan bangunan yang sudah lama ada pada 1957 yang digunakan sebagai pabrik pembuatan kain drill. “Jadi, bagian-bagian dari gedung ini masih terjaga keasliannya,” kata dia. [] Admin / prokompim



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *