Mahkota Binokasih Kembali Dikirab di Kawasan Puncak
BOGOR-KITA.com, CISARUA – Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cisarua dan sejumlah lembaga tengah mempersiapkan penyambutan Mahkota Binokasih.
Mahkota Binokasih merupakan benda pusaka peninggalan Kerajaan Sunda yang saat ini berada di Keraton Sumedang.
Rencananya, mahkota tersebut akan dikirab ke kawasan Puncak dan singgah di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, sebagai bagian dari rangkaian napak tilas menuju Curug Jaksa.
Pelaksana tugas Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan rangkaian kegiatan penyambutan masih dalam tahap persiapan dan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Muspika Cisarua, Karang Taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor.
“Mahkota Kerajaan Sunda yang saat ini berada di Sumedang direncanakan singgah di wilayah Puncak sebagai bagian dari napak tilas Curug Jaksa,” ujarnya.
Selain prosesi penyambutan, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan pagelaran wayang golek serta pentas seni budaya lainnya.
Acara dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dan terbuka untuk umum.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengingatkan masyarakat terhadap sejarah Kerajaan Sunda.
“Agar masyarakat tidak melupakan sejarah tataran Sunda,” katanya.
Sebagai informasi, Mahkota Binokasih merupakan pusaka peninggalan Kerajaan Sunda yang kemudian berada di Kerajaan Sumedang Larang. Mahkota ini disebut dibuat pada abad ke-14 oleh Prabu Bunisora Suradipati dari Kerajaan Galuh.
Mahkota yang akan dikirab merupakan replika sebagai upaya mengenalkan kembali sejarah Kerajaan Sunda kepada masyarakat. [] Danu
