Kab. Bogor

Klinik Tanaman IPB Siap Jadi Teman Belajar Petani

Sekolah lapang di Blok Darim, Desa Kendayakan, Kecamatan Losarang, dan desa Puntang, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, (20-21/2/2021).

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA ­- Klinik Tanaman IPB University menyediakan diri menjadi teman belajar petani.

Hal ini dikemukakan Kepala Klinik Tanaman IPB University, Bonjok Istiaji, SP, MSi, saat melakukan sekolah lapang di Blok Darim, Desa Kendayakan, Kecamatan Losarang, dan desa Puntang, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka Peluncuran Laboratorium Lapangan dan Peringatan Hari Gotong Royong.

Dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Rabu (24/2/2021) disebutkan Peluncuran Laboratorium Lapangan berlangsung tanggal 20 dan 21 Februari 2021.

Acara yang  diselenggarakan oleh Forum Darim Bersatu (Forrimber) yang didukung oleh Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Gerakan Petani Nusantara (GPN), dan Departemen Proteksi Tanaman IPB University.

Baca juga  Pemprov Sumbar Gandeng IPB Tingkatkan SDM

Acara ini sekaligus  menjadi salah satu puncak dari agenda Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Bio Intensif yang telah dimulai sejak bulan Desember 2020.

Suradi, ketua anitia acara menyatakan bahwa acara ini dimaksudkan sebagai upaya menguatkan kekompakan petani untuk mengatasi persoalan baik di lingkungan maupun di lahan pertanian.

Pada acara ini petani peserta sekolah lapang (SL) menyampaikan hasil sementara pembelajarannya. Pada umumnya petani menilai sekolah lapang tersebut sangat bermanfaat.

“Kami sangat senang ikut SL ini karena dapat pembelajaran banyak. Selama ini saya menanam padi tapi banyak hal yang baru saya tahu,” ujar Yanto, peserta SL.

Bonjok Istiaji, SP, MSi, Kepala Klinik Tanaman IPB University, menyatakan bahwa sekolah lapang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman petani. Tidak hanya terkait hama penyakit namun juga budidaya secara keseluruhan.

Baca juga  IPB University Terima Peralatan Laboratorium dari KKBC Jepang

“Kami senang petani di sini melakukan sekolah lapang. Artinya petani punya semangat untuk belajar dari guru sejati, yaitu alam, sehingga usaha taninya bisa berhasil,” ungkap Bonjok.

Bonjok juga menegaskan bahwa inisiatif petani ini perlu dikembangkan dan didukung. Oleh karenanya, Klinik Tanaman IPB University menyediakan diri untuk menjadi teman belajar bagi petani.

Sementara itu, Dr Suryo Wiyono, Dosen Departemen Proteksi Tanaman sekaligus Ketua Gerakan Petani Nusantara (GPN) mengungkapkan bahwa acara ini sangat baik terutama untuk menjaga dan menularkan semangat gotong royong. Semangat ini juga diperlukan dalam pertanian.

“Petani perlu menjaga semangat kebersamaan. Banyak persoalan di lahan yang bisa diselesaikan dengan gotong royong. Mengatasi hama tikus maupun saluran yang rusak adalah contoh dimana semangat kebersamaan ini diperlukan,” ujar Dr Suryo. Menurutnya semangat gotong royong menjadi kekuatan petani nusantara.

Baca juga  Dosen IPB: Tetap Waspadai Flu Babi Jenis Baru, G4 EA H1N1

“Ini perlu dikukuhkan sebagai syarat supaya kita bisa berdaulat, ” pungkas Suryo. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!