Kota Bogor

DJKN Beri Sinyal Positif Hibah Lahan, Perkantoran Pemkot Jadi Pindah ke Bogor Raya

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dalam rapat dengan organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemkot Bogor di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Kamis (17/12/2020).

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat sinyal baik dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan terkait permohonan hibah lahan seluas 9 hektar untuk memindahkan pusat perkantoran pemerintah yang sebelumnya di Balai Kota, Kecamatan Bogor Tengah ke kawasan Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dalam rapat dengan organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemkot Bogor di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Kamis (17/12/2020).

Dalam catatan BOGOR-KITA.com, wacana pusat perkantoran Pemkot Bogor Bogor pindah ke Bogor Raya sudah cukup lama muncul. Namun ketika itu belum ada kepastian, karena permohonan hibah lahan belum diajukan. Sekarang situasinya berbeda.

Baca juga  Corona Kota Bogor: Hari ke-13 Positif di Atas 60 Orang per Hari, 71

“Alhamdulillah DJKN telah merespon permohonan lahan yang diusulkan oleh kita (pemkot). Nantinya  lahan itu akan kita manfaatkan untuk menjadi pusat kantor pemerintahan. Nah, sekarang saya mohon dukungan dan keseriusan dari bapak ibu sekalian untuk membahasnya hinggi rinci dan teknis,” ujar Dedie.

Dedie mengatakan, dari total luas 9 hektar lahan yang diusulkan, minimal didapat 6 hektar yang nantinya setelah diserahkan bisa dikelola oleh Pemkot Bogor.

“tim yang dibentuk dari jajaran pemkot agar mengawal proses penyerahan itu dengan baik dan benar. Demikian juga perencanaanya, juga dikawal, mulai dari tahapan awal hingga pada proses pelaksanaan pembangunannya nanti,” pintanya.

Selain bertujuan untuk menata kawasan di wilayah Timur Kota Bogor, lanjut Dedie, pemindahan pusat kantor pemerintahan, juga mengurangi beban pergerakan masyarakat dan mobilitas kendaraan yang sebelumnya hanya terpusat di kawasan seputaran Kebun Raya Bogor.

Baca juga  Keberatan DP Kios Blok F Rp20 Juta, PKL Nyi Raja Permas Tolak Direlokasi

“Bayangkan saja, pergerakan di Balai Kota Bogor saja perhari sekitar 1.000 orang, belum lagi pergerakan masyarakat di Samsat, kemudian di Kejaksaan, lalu di Regina Pacic dan seterusnya. Jadi jika pusat pemerintahan dipindahkan, setidaknya bisa mengurangi beban mobilitas warga dan kendaraan yang hilir mudik di Balai Kota,” pungkasnya. [] Hari/Prokompim

 

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top